RSUD Cibabat Dapat Bantuan Rp 64 Milyar Tingkatkan Pelayanan Buat Beli Alkes

0
30

RSUD Cibabat Cimahi Jalan Amirmachmud Kota Cimahi

Cimahi, media3.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat mendapat bantuan pembiayaan hingga Rp 64 miliar tahun ini dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dana puluhan miliar itu digunakan untuk membeli berbagai macam Alat Kesehatan (Alkes).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marlia mengatakan, dana bantuan itu akan digunakan untuk pengadaan kelengkapan Alkes seperti di ruang rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensif Care Unit (ICU), Laboratorium, Rehabiliasi Medik dan Unit Tranfusi Darah (UTD).

“Allhamdulilah tahun ini ada bantuan dari DAK Rp 20 miliar dari provinsi Rp 44 miliar,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUD Cibabat, Reri Marlia saat dihubungi via sambungan telepon, Minggu (25/8/2019).

Dikatakannya, khusus uang sebesar Rp 44 miliar dari provinsi akan digunakan untuk pemenuhan sekitar 79 item Alkes. Sementara dari DAK digunakan untuk pengasaan sekitar 35 item Alkes. Pengadaan alat kesehatan paling mencolok, kata dia, adalah pengadaan peralatan bedah di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Cibabat.

“Sekarang sudah banyak sub spesialis bedah kita, mengakomidir kebutuhan para dokter spesialis bedah sentral,” jelasnya.

Perihal pemeliharaan seluruh alat kesehatan di RSUD Cibabat, lanjut Reri, setiap bulan pihaknya melakukan uji fungsi dan kalibrasi atau melakukan pengecekan dan pengaturan akurasi alat kesehatan.

“Kalau pemeliharaan ada bulanan ada mingguan. Tapi tergantung lifetime alatnya. Nanti IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit) yang berperan” katanya.

“Kalau sudah tidak layak baru dibuat berita acara bahwa ini sudah maksimal tidak bisa diperbaiki lagi,” sambung Reri.

Saat ini, terang Reri, Standar Peralatan Sarana Prasarana Rumah Sakit di RSUD Cibabat mencapai 58 persen, dari standar minimal 50 persen. “Seharusnya amannya itu kalau bagus diangka 80 persen. Kita kan terus tiap tahun dibantu provinsi, Kemenkes. Dibantu peralatannya,” jelasnya.

Ditegaskannya, pemenuhan dan pemeliharaan Alkes itu semata-mata untuk meningkatkan mutu pelayanan RSUD Cibabat. Terlebih lagi, rumah sakit yang terletak di Jalan Amir Mahmud itu merupakan rumah sakit regional atau rujukan dari berbagai daerah. Seperti pasien dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan tentu saja Kota Cimahi.

Reri mengungkapkan, jumlah tenaga kesehatan yang ada di RSUD Cibabat mencapai 900 orang yang terdiri dari tenaga medis, dokter, perawat, tenaga administrasi dan sebagainya. Sementara jumlah ruang rawat inap, rawat jalan hingga Intensif Care Unit (ICU) mencapai 350 unit.

Saat ini, kata dia, pihaknya terus berupaya untuk memperbaiki sejumlah kekurangan baik dari segi fasilitas maupun tenaga kesehatan. “Yang belum ada itu spesialis paru forensik dan bedah mulut, yang lainnya sudah terakomidir,” tandasnya. 

(Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here