Bapak Teknologi Indonesia Tutup Usia

0
54

BJ Habibie muda saat memperlihatkan rancangan pertamanya tentang teknologi pesawat terbang semasa di Institut Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat.

Jakarta, Media3.id – Tepat dalam iringan berlantunnya azan maghrib petang tadi, Rabu (11/9) sekira pukul 18.05 wib, Bapak sekaligus Pahlawan Teknologi Indonesia Bacharuddin Joesoef Habiebie wafat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta Pusat.

Rekam jejak dan jasa beliau kepada bangsa Indonesia sangatlah berarti penting bagi kemajuan pembangunan negara Indonesia.

BJ Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. Pada tahun 1973, ia kembali ke Indonesia atas permintaan presiden Soeharto kala itu.
Habibie kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 hingga Maret 1998.

Saat menjabat Menristek BJ Habibie mengimplementasikan ‘Visi Indonesia’ yang di dalamnya termuat bahwa lompatan-lompatan Indonesia dalam bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya yang terlingkup dalam industri strategis yang dikelola oleh PT. IPTN, PINDAD, dan PT. PAL.

“Targetnya, Indonesia sebagai negara agraris dapat melompat langsung menjadi negara Industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi”, ucap BJ Habibie sebagaimana yang terkutip dalam biografinya.

Ketika menjabat sebagai Menristek, Habibie juga terpilih sebagai Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang pertama. Habibie terpilih secara aklamasi menjadi Ketua ICMI pada tanggal 7 Desember 1990.

Puncak karir Habibie terjadi pada tahun 1998, saat itu ia diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia, periode 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7, sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998, dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.

Riwayat Pekerjaan BJ Habibie mencakup:
Direktur Utama PT. Perindustrian Angkatan Darat (Pindad),
Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT),
Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (BPIS),
Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS),
Ketua Dewan Riset Nasional (1999),
Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam,
Anggota Dewan Komisaris Pertamina,
Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960-1965),
Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur, Hamburg, Jerman Barat (1966-1969),
Kepala Divisi Metode dan Teknologi Pesawat Komersil/Pesawat Militer Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB) Hamburg, Jerman Barat (1969-1973),
Wakil Presiden/Direktur Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg, Jerman Barat (1974-1978),
Penasihat Direktur Utama (Dirut) Pertamina (1974-1978),
Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Bandung (1976),
Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut (PAL), Surabaya (1978),
Profesor Kehormatan/Guru Besar dalam bidang Konstruksi Pesawat Terbang Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung (1997),

Sedangkan riwayat Karir di Pemerintahan meliputi:
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan V (1983-1988),
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VI (1988-1993),
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VII (1993-1998),
Ketua Tim Keputusan Presiden (Keppres) 35,
Wakil Presiden RI ke-7 (1998-1998), dan
Presiden RI ke-3 (1998-1999).

Di bidang legislatif, riwayat karir BJ Habibie adalah
Anggota MPR dari Karya Pembangunan (Golkar) (1992-1997).

▪ (Shaleh Rudianto/Redaksi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here