Imbauan DLH Stop Plastik, Ganti Besek Bambu

0
25

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Mochammad Rony

Cimahi, Media3.id – Imbauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) masalah stop penggunaan plastik untuk masyarakat Cimahi, dan diganti dengan penggunaan besek bambu, beberapa waktu yang lalu.

Ternyata Dewan Kemakmuran Masjid Agung Kota Cimahi Dadan Darmawan dalam melaksanakan kurban Minggu (11/08) 2019, semua paket daging kurban yang diberikan kepada 1200 orang, semua menggunakan besek bambu dan daun, dan tidak menggunakan kantong plastik keresek pada umumnya.

Hal ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Mochammad Rony
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi.

“Saya sangat bangga kepada DKM Masjid Agung yang proaktif dan kerjasama yang baik untuk menyetop penggunaan plastik, yang diganti penggunaannya dengan besek bambu untuk membungkus daging hewan kurban pada Idul Adha 1440 Hijriyah,’ terang Rony.

“Kami sangat apresiasi, ternyata imbauan kita mendapat tanggapan positif,” ujar Rony, saat dikonfirmasi disela-sela acara di Balai Pengembangan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Provinsi Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Selasa (13/8/2019).

Ronypun menghimbau dan menyarankan kepada masyarakat Cimahi, agar dapat mengurangi penggunaan plastik, kalau perlu stop plastik, dan beralih untuk menggunakan besek bambu untuk membungkus daging qurban merupakan salah satu solusi mengurai sampah plastik di Kota Cimahi.

“Sebab, dengan digunakannya besek bambu, perlahan penggunaan kantung plastik pun bisa dikurangi,” jelasnya.

Kantung Plastik menjadi salah satu sampah anorganik yang sulit diurai. Dari volume sampai yang mencapai 265 ton per hari di Kota Cimahi, 15,6 persen di antaranya disumbang dari sampah plastik. Sisanya, 8,5 persen kertas, logam 3,1 persen, kain 5,3 persen, gelas kaca 3,0 persen, B3 RT 1,4 persen, sampah organik 50 persen serta sampah lainnya 12,5 persen.

Perihal Peraturan Daerah (Perda) tentang Persampahan, terang Ronny, dalam waktu dekat ini kemungkinan akan segera diundangkan. Kemudian dari Perda itu akan ada turunannya berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pelaranagan Kantung Plastik Sekali Pakai.

“Sedang kita godog, mungkin beberapa bulan ke depan sudah disiapkan,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Ronny, Perwal pelarangan penggunaan kantung plastik sekali pakai masih dalam tahap pengkajian dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkugan Pemkot Cimahi.

“Karena ini tidak mudah mengimplementasikannya kita bicarakan dulu dengan beberapa internal, baru nanti kita konsultasikan ke wali kota untuk penerapannya,” jelasnya.

Untuk fokus penerapan terdekat, tegasnya, pelarangan penggunaan kantung plastik baru akan dilaksanakan di pasar toko modern seperti minimarket dan pasar tradisional.

“Kita fokuskan (di toko modern dan pasar tradisional) karena paling banyak menghasilkan plastik sekali pakai. Kemungkinan tahun depan baru diterapkan,” pungkasnya.

(Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here