Sampah di Sungai Menjadi Permasalahan Kota Bandung

0
9

BANDUNG, Media3.id – Sampah di sungai kini menjadi satu permasalahan Kota Bandung, hingga Satgas Citarum Harum terus berupaya untuk menyelesaikan polemik tersebut dengan berbagai cara dan taktik pendekatan pada pemerintahan baik walikota maupun kewilayahan.

Kini Sektor 22 Citarum Harum yang di komandoi oleh Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, menerima 623 Mahasiswa KKN UPI,  yang akan turut menimba ilmu tentang sosial budaya dan lingkungan langsung praktek hidup di tengah tengah masyarakat dalam bimbingan Komandan Sektor 22 Citarum Harum, Rabu (10-07-2019) di ruang serbaguna Balaikota Bandung, jl. Wastukancana No. 2 Bandung.

Kolonel Infanteri A. Rahman Taufik (Dansektor 22) Citarum Harum, memaparkan beberapa program yang diterapkan oleh Satgas Citarum Harum di Kota Bandung baik pembenahan lingkungan dari sampah masyarakat, penanaman pohon di lahan kritis, penertiban masyarakat yang membuang sampahnya ke sungai (Domestik), penertiban IPAL pelaku industri dan penertiban pembuang tinja bagi masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat dengan solusi ipal tinja komunal juga penertiban pencemaran sungai dari kotoran hewan.

Hadir dalam giat ini, Satgas Citarum Harum Sektor 22, Wakil Walikota Bandung (H. Yana Mukyana, M.M.), Kadis DLHK Kota Bandung (Dra. Kamalia Purbani, M.Sp.), Sektetaris LPPM UPI (Drs. Yudi Ruyadi, M.Pd), Ketua KKN UPI (Dra. Kati’ah, M.Pd), DKK Kota Bandung, DPKP3 Kota Bandung dan para lurah di 11 (sebelas) Kecamatan.

Dansektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. A. Rahman Taufik) pada kesempatan itu menyampaikan.

Di Kota Bandung ada 7 (tujuh) permasalahan yang sangat masif, diantaranya, ada 249.000 KK yang belum memiliki Jamban Sehat (Sumber widia dari DKK) dan masih buang tinjanya ke sungai sehingga semua sungai di Kota Bandung tercemar oleh Bakteri Ecolly tinggi, dan ekosistem air tidak bisa hidup, dengan logika satu orang buang tinja sebanyak 0.2 kg per hari, berapa ton perhari kotoran manusia yang masuk ke sungai

Dari beberapa dinas sudah merespon dengan baik, namun penyelesaian yang masih belum terselesaikan karena terbentur fasilitas tempat yang tidak memadai, sehubungan Kota Bandung sudah padat penduduk

Ada juga Kohe yang bersumber dari Lembang, 22.400 ekor sapi, menyumbang kotorannya ke Sungai Cikapundung dan Sungai Cibeureum hingga10-20 kg/ekor sapi buang kotorannya ke sungai.

Sampah, 1.500 ton/hari sampah dari Kota Bandung merupakan polemik berkesinambungan, kami terus buatkan incenerator karena teknologi ini ramah lingkungan hingga menjamin kesehatan walaupun Walhi menentang karena menghasilkan jat dioksin terhadap hasil pembakaran sampah domestik, padahal ada antinya pada incenerator yang sudah lulus riset para ahli.

Pa Yadi dari UPI akan menganggarkan incenerator di Kota Bandung, sebanyaj 18 incenerator, sekalianbpara Mahasiswa KKN UPI turut berkarya di lapangan sambil menimba bahkan menerapkan pengetahuannya.

Hal diatas diucapkan oleh Dansektor 22 Citarum Harum (Kol. Inf. Asep Rahman Taufik)

Pemerintah Kota Bandung sangat mengapresiasi Program Citarum Harum, apalagi jika perguruan tinggi turut berpartisipasi menyelesaikan masalah tersebut. Apresiasi ini dilontarkan Wakil Wali Kota Bandung, (Yana Mulyana) kepada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menerjunkan para mahasiswanya dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus membantu penanganan masalah sungai. Yakni melalui program KKN Tematik Citarum Harum, yang dipimpin oleh Dansektor 22.

Menurut Wakil Walikota Bandung (H. Yana Mukyana, S.E., M.M.)
“Mudah-mudahan dengan KKN tematik ini jelas lebih konsen ke penanganan masalah yang terjadi di Kota Bandung, dengan semakin banyak warga yang terlibat dalam penanganan ini semakin mempercepat program Citarum Harum,” harapnya saat acara menerima mahasiswa KKN UPI

“Saya berterima kasih kepada UPI untuk ikut peduli kepada Sungai Citarum hingga anak, cucu dan cicit sungai melalui mahasiswa yang KKN ini. Kita memang harus menjaga air sebagai sumber kehidupan,” tambahnya.

“Kalau kita tidak menangani sampah hari ini, Bandung lautan sampah bisa terjadi lagi. Oleh karena itu Pak Walikota (Oded M. Danial) ingin menyelesaikan masalah di sumber. Kalau bisa sampah selesai di rumah masing-masing, maksimal hanya sampai ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara),” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPI, (Drs. Yadi Ruyadi, M.Pd. menyatakan, 623 mahasiswa UPI siap diterjunkan di Kota Bandung dalam KKN Tematik Citarum Harum 2019. Mereka akan bertugas di wilayah Sektor 22 Satgas Citarum Harum.

“Kita akan mengemas program KKN di Kota Bandung menjadi KKN Tematik Citarum Harum. Sebanyak 623 mahasiawa akan ditempatkan di 11 kecamatan atau di 58 kelurahan yang masuk ke wilayah sektor 22,” katanya.

Yadi mengungkapkan, mahasiswa UPI telah dibekali misi untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga aliran sungai. Dengan gerakan yang masif oleh para mahasiswa ini diharapkan lebih mampu menjangkau sasaran.

“Ketika menangani masalah Citarum kalau tidak dari DAS ini berat,. Jadi harus mulai dari hulu. Salah satu hulunya itu anak dan cucu sungai citarum dan ternyata di Kota Bandung jumlahnya banyak dan masalahnya kompleks, seperti banyaknya sampah domestik dari keluarga,” Ucapnya.

(Acep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here