ORDER FIKTIF HANTUI DRIVER OJOL KLATEN

0
23
Driver Grab Klaten saat tengah berkumpul di Mapolres Klaten untuk melaporkan kasus order fiktif (opik) sebulan terakhir.

Klaten, Media3.id-   Semenjak kurun bulan ramadhan yang baru lalu, sudah lima puluhan orang driver ojol Grab Klaten, Jawa Tengah, menjadi korban aksi pelaku order fiktif (opik).  Layanan pesan makanan (grabfood) pada aplikasi driver Grab menjadi jalur yang dipilih oleh pelaku untuk menggerakkan aksinya secara massif.

“Pelaku dalam melakukan aksinya menggunakan modus memesan makanan, alias grabfood, dengan jenis pembayaran tunai. Kemudian, setelah bisa meyakinkan driver Grab bahwa pesanannya itu sungguh-sungguh, pelaku akan memungkiri pesanan tadi saat driver sudah tiba di alamat yang disebutkan dalam aplikasi pemesanan”, terang Suharjanto.

Dengan begitu, lanjut driver asal Delanggu ini, driver Grab menjadi terrugikan secara finansial akibat menu pesanannya tidak diakui dan tidak dibayar oleh si pemesan.

Driver lain yang juga menjadi korban, Didik, menuturkan bahwa pelaku dalam beraksi menggunakan tiga nama akun. “Pelaku menggunakan tiga nama akun, yaitu Titik Turdiyanti, Haekal H, dan Jessica Septia Pramono. Sementara diketahui ketiga nama tadi merupakan keluarga. Suami, istri, dan anak. Beralamatkan di Dusun Polaman Desa Beji Kecamatan Pedan”, papar Didik kepada Media3 saat melaporkan kasus ini ke Mapolres Klaten, Kamis (11/7) pagi.

Terduga pelaku opik, Haikal (kiri) saat masih mesra bersama Titik (kanan)

Menurut Didik, nilai kerugian finansial yang diderita masing-masing driver dikisaran sembilan puluh ribuan rupiah per transaksi orderan Grabfood. “Seorang driver bisa kena ‘tembak’ order fiktif sebanyak tiga kali orderan, dengan kisaran nominal sembilan puluh ribu rupiah per orderan”, kata driver asal Jatinom ini.

Dari penelusuran Media3 di lokasi alamat yang disebutkan, diketahui bahwa terduga pelaku yang bernama Haikal adalah suaminya Titik Turdiyanti, dan keduanya sedang terlibat dalam perselisihan hebat. “Keduanya sedang berselisih hebat dan sekarang pisah rumah. Sedangkan si anak yang bernama Jessica ikut bersama Titik, sang ibu”, tutur narasumber Media3 yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Diduga, lanjut narasumber, Haikal sengaja membuat aksi order fiktif terhadap Grab Klaten untuk supaya bisa menyerang Titik, istrinya. Dikarenakan Titik berupaya untuk bercerai, sedangkan Haikal menghalangi. “Perselisihan keduanya sudah terjadi sebulan menjelang ramadhan yang baru lalu”, jelas narasumber.

▪  (Shaleh Rudianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here