Sidang Pemda Dua, Menghadirkan Saksi Dari Kepolisian

0
7

KARAWANG, media3.id – Sidang perkara pencurian aset Pemda 2 senilai Rp 3 milyar dengan nomor perkara  172/Pid.B/2019/PN.Kwg kembali digelar dengan agenda menghadirkan saksi dari pihak kepolisian yang dihadirkan jaksa penuntut umum, di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (19/06).

Dari jalannya persidangan, Saksi Erwin, yang merupakan anggota dari Unit Reserse Polsek Karawang Kota mengaku tidak tahu ketika ditanya apakah melakukan rekonstruksi setelah menangkap terdakwa  (Ayi Sobari, Hambali, dan Muchori).

“Kalau rekonstruksi saya tidak tahu,” ucapnya saat ditanya Penasihat hukum diruang sidang.

Dirinya mengungkapkan menagkap pelaku, setelah melakukan peyelidikian kurang lebih sebulan, dan ada orang dilapangan yang mengarah ke tersangka.

“Laporan LP nya, di Polsek Karawang, dilakukan penyitaan gergaji dan bekas besetan kabel, busa oleh tim, ada 8 orang anggota 2 mobil,” ucapnya.

Namun saksi tidak bisa memberikan rincian mengenai berapa banyak barang-barang, serta apa saja yang hilang, serta tidak mengatakan siapa penadahnya saat ditanya kuasa hukum terdakwa.

“Itemnya kurang tau persis, yang saya tau AC outdoor 1 unit hilang, hidrantnya juga. Tembaga bentuk kabel tidak lihat, hanya ini saja buktinya, tidak ada uang yang ditemukan saat penangkapn,” ucapnya.

Sementara itu, tim kuasa hukum terdakwa, Alek Safri Winando mengatakan, saksi yang dihadirkan masih mengambang, karena dia tidak bisa menentukan berapa kerugian daripada Pemda 2 ini, tidak bisa membuktikan apa saja yang diambil, hasil audit tidak ada, serta tidak ada rekonstruksi dari pihak kepolisian.

“Seharusnya pihak kepolisian merekonstruksi pada saat diserahkan berkas ini kepada kejaksaan, olah TKP benar atau tidak, sehingga bisa ketahuan apa saja yang hilang,” ujarnya.

Lanjut pria yang akrab disapa Roby ini, oleh Tempat Kejadian Perkara pun itu tidak ada, namun pemeriksaan ditempat itu ada. Rekonstruksi itu untuk membuktikan kerugian yang dituduhakn kepada sebesar Rp 3 milyar.

“Rekonstruksi itu tidak pernah ada dilakukan oleh Polsek Kota, dan juga sampai detik ini belum ada hasil audit tentang kerugian daripada Pemda 2. Barang bukti yang disampaikan itu bukan merupakan milik daripada terdakwa, dari keteramgan terdakwa tadi sudah diperiksa bukan milik terdakwa,” ujarnnya.

Masih kata Roby, dari fakta persidangan terdakwa tidak pernah memotong kabel yang tergulung dengan busa yang warna hitam yang dituduhkan jaksa, dan juga tidak pernah membawa pulang barang barang bukti.

” Yang dituntut oleh jaksa penuntut umum ini adalah pencuriannya kesuruhannya, tetapi baramg bukti yang dibawa ke persidangan busa gulungan kabel warna hitam saja berikut dengan gergaji,” ucapnya.

Dari keterangan terdakwa di bulan Maret mereka mengambil total Rp 80.000 kemudian di bulan Januari 4 kali sebesar Rp 300.000, uang itu bukam untuk digunakan mereka atau mereka terima uang, namun dibelikan makanan karena pada saat itu mereka sedang bekerja. Bentuknya makan bukan uang dan tidak permah terima uang.

“Seharusnya jaksa dan kepolisian bisa membuktikan kerugian Rp 3 milyar itu dalam bentuk apa saja, rekonstruksi itu untuk membuktikan kerugian ini, kan begitu” tuturnya.

“Barang bukti ini tadi dikatakan mereka diambil di pasar johar, daerah Johar karena dijual, itu bukan disita itu busa kosong, dijual pun itu nga laku sebenarnya. Untuk pemebelinya ini seharusnya kewenangan dari jaksa dan kepolsian untuk mengahdirkan penadah ini,” ujarnya.

Lanjut Roby, audit yang resmi itu dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan jawa Barat yang bisa menyatakan kerugian Pemda, untuk saat ini belum ada.

“Seharusnya Pemda yang menyediakan dan memeriksa daripada kerugian keuangan negara,

Audit dilakukan oleh BPK RI, jaksa yang seharusnya menghadirkan saksi ahli,” ucapnya.

Sidamg minggu depan, lanjut roby, pihaknya akan mengahdirkan saksi “Ade charge” saksi dari kita yang meringankan. Pihaknya masih mengupayakan saksi untuk kedepannya.

“Kita optimis 100% ingin terdakwa bebas, pengambilan barang bukti itu masih abu-abu masih memgambang.” Tandasnya.

(Daman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here