Para Sopir Di Tanah Karo Menolak Segala Bentuk Kerusuhan Terkait Putusan MK

0
18
Natanael Sembiring (baju hitam) karyawan Bus  angkutan PO.Simas dan rekan rekan saat di jumpai di lokasi terminal kaban jahe.

Karo, media3.id – Pasca sidang gugatan pertama Hasil Pemilihan Umum pemilihan Presiden tahun 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada  tertanggal 14 Juni 2019 kamarin,

Para Karyawan, supir bus Po Simas  dan Mandor lapangan menolak dan mengecam aksi-aksi yang berpotensi pada kerusuhan saat berjalannya proses persidangan di MK dan khawatir terjadi keributan, Kamis (19/06/2017) pukul 09: 20 wib di Terminal bawah , Kaban Jahe , Kabupaten Karo.

Karena hal tersebut dapat menimbulkan kerugian kepada  para pemilik bus angkutan, supir maupun  para penumpang setia bus Simas  yang sebagian besar membutuhkan jasa transportasi, ungkap Natanael Sembiring yang di dampingi sejumlah Supir dan kondektur, kepada wartawan.

Kalau saja kerusuhan itu terjadi maka kami sebagai supir angkutan ini, otomatis  dapat mengurangi pendapatan kami , masyarakat maupun penumpang langganan kami akan resah dan omset kami akan berkurang bila ada  potensi kerusuhan, terjadi,” jelasnya

Kami mohon kepada warga masyarakat agar tidak terpengaruh dengan segala bentuk isu sara yang mengarah pada provokasi maupun berita bohong di seluruh lini baik melalui sosial media dalam menyikapi sidang MK.

Masih dilokasi  yang sama , R Ginting (30) warga Kaban jahe yang  berprofesi sebagai supir bus simad mengatakan, terkait isu adanya aksi-aksi yang menimbulkan kerusuhan, berharap  tidak terjadi seperti kerusuhan pada tahun 1998 yang lalu, kami tetap cinta damai bagi kami NKRI adalah harga mati, terimakasih juga kepada tni dan polri yang telah menjaga situasi yang kondusif selama ini,

Semoga masyarakat bisa menyikapi secara damai semua hasil dan keputusan MK hingga sampai dengan keputusan ahir  nantinya.” Jelasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here