Diduga Curi Uang Rp 700 Juta, Residivis Kambuhan Dibekuk Polisi

0
50

Majalengka, media3.id – Kapolres  Majalengka AKBP  Mariyono didampingi Kasat Reskrim AKP M Wafdan Mutaqin  dan Kabag Op Kompol Pardede memperlihatkan sejumlah barang bukti berupa uang sebesar Rp 15.000.000 yang didapat dari salah seorang pelaku pencurian yang berhasil ditangkap jajarannya, Kamis (13/6/2019).

Pelaku dan barang bukti kejahatan tersebut dari ungkap kasus pembobolan rumah kosong  saat Hari Raya Idul fitri kemarin.

Seorang pelaku berinisial BS (43) warga Blok Ahad, RT 006/ 002, Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka terpaksa di tembak kakinya karena berusaha kabur saat petugas hendak menangkapnya.

BS bersama ketiga rekannya mencuri  uang sebesar Rp 700 juta.

” Pelaku diduga 4 orang, 1 orang tertangkap, 3 pelaku lainnya masih buron,  namun kami  telah mengantongi identitas para pelaku,” ungkap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono kepada wartawan saat jumpa pers.

Diakuinya, dari tangan BS  diamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 15.000.000 yang masih tersisa, baju kemeja warna putih, celana, helm, sepatu, HP serta satu unit sepeda motor jenis Vario yang kesemuanya dipergunakan saat melakukan pencurian.

Menurutnya, tersangka  BS ditangkap pada Minggu (9/6/2019) atau beberapa hari setelah melakukan pencurian. BS ditangkap di  jalan tepatnya di Desa Paningkiran Kecamatan Sumberjaya, saat BS mengendarai kendaraan Avanza No Pol E 1321 VM.

Penangkapan tersebut dilakukan  berdasarkan laporan korban Rudiyanto (45) pengusaha telur warga  Blok I, RT 001/001, Desa Sepat, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka serta dari petunjuk yang ada di CCTV yang dipasang di rumah korban.

Dijelaskannya,  Pada hari Rabu tanggal  05 Juni 2019 diketahui sekitar jam 14.00 WIB telah terjadi pencurian dengan pemberatan uang tunai sebesar Rp 700 juta yang terjadi di dalam rumah pelapor  Rudiyanto yang terletak di Blok I RT 001 RE 001 Desa Sepat Kecamatan  Sumberjaya Kabupaten Majalengka.

Sedangkan pencurian itu sendiri terjadi Rabu (5/6/2019) di hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, sekira pukul 06.00 WIB pagi.

Rudiyanto bersama istrinya Ika Sartika serta anak-anaknya pergi ke masjid untuk menunaikan sholat Id sambil bersilaturahim kepada orang tua mereka dengan posisi pintu rumah seluruhnya dalam kondisi terkunci.

Saat mereka kembali ke rumahnya, Sekira pukul 14.00 WIB  ternyata posisi di dalam rumah dan kamar tidur kondisinya berantakan. Ika kemudian memeriksa tempat uangnya yang ternyata uangnya sebesar Rp 700 juta telah raib.

“Menurut Korban, uang itu katanya uang hasil usahanya, menjelang lebaran Bank tutup sehingga korban tidak bisa menyimpan uangnya di Bank sehingga terpaksa di simpan di rumah,” imbuh Mariyono.

Atas kejadian yang dialaminya tersebut, korban langsung melaporkannya kepihak kepolisian.

Setelah menerima laporan dari korban,  Sat Reskrim Polres Majalengka serta Polsek Sumberjaya segera melakukan olah TKP yang kebetulan di rumah korban terpasang CCTV sehingga ada petunjuk untuk mengusut para pelaku pencurian tersebut.

“ Setelah kejadian, 4 hari kemudian kami menangkap 1  pelaku saat yang bersangkutan diperjalanan mengendarai mobil,” paparnya.

Berdasarkan keterangan sementara, tersangka mengaku melakukan pencurian bersama dengan 3 rekannya  masing-masing SM, AD dan SL yang kini masih buron. Para pelaku ini adalah residivis dengan kasus pencurian dan mereka saling mengenal saat sama-sama di dalam penjara serta di tempat lain saat nongkrong.

Sebelum melakukan aksi pencurian, para tersangka terlebih dulu membuat peta lokasi sasaran, setelah diketahui penghuni rumah seluruhnya pergi meninggalkan rumah, mereka melancarkan aksinya dengan membobol jendela rumah menggunakan linggis kecil, setelah berhasil mengambil barang mereka kembali ke jalan semula.

Dari pengakuan tersangka yang sudah ditangkap, uang hasil pencurian di bagi sesuai peran masing-masing. Ada yang memperoleh Rp 200.000.000, ada yang Rp 100.000.000, bahkan kurang. Karena perannya ada yang melakukan peta lokasi sasaran, ada yang hanya mengawasi situasi lingkungan saat aksi berlangsung serta pelaku yang melakukan eksekusi.

“Kami sekarang sedang melakukan pengejaran terhadap 3 tersangka lainnya yang identitasnya sudah kami ketahui,” bebernya.

Akibat perbuatannya,  pelaku tersebut akan dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun penjara.

(Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here