Ajay Harap BLK Kota Cimahi Segera Dibangun

0
5

Cimahi, Media3.id – Harapan Ajay M Priatna sebagai Walikota Cimahi, tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-18 di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Kamis (21/6/2019).

Bersama Wakilnya Ngatiyana, keduanya bertekad akan segera
mewujudkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pekerja lokal Cimahi.

Dampak dari keberadaan BLK nanti, kemampuan pekerja lokal bisa meningkat dan mudah diminati semua jenis perusahaan. Cara itu adalah salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Cimahi.

Pada 21 program kerja yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi 2018-2022, perhatian kepada ketenagakerjaan dan buruh menjadi salah satu prioritas. Yakni penciptaan 1.000 lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan buruh.

“Salah satu janji politik saya adalah soal pembukaan lapangan pekerjaan. Untuk mendukungnya saya sudah minta ke Disnaker agar segera merealisasikan BLK di Kota Cimahi,” kata Ajay.

Sesuai dengan target kepemimpinannya untuk mewujudkan Cimahi Baru, Maju, Agamis, dan Berbudaya, maka itu harus dimulai dari pelayanan publik yang baik dan kesejahteraan masyarakatnya. Dari situ diharapkan muncul kepercayaan dari masyarakat kepada aparatur pemerintahan. Sehingga terjadi sinergitas antara masyarakat dengan jajarannya dalam menata dan membangun Kota Cimahi yang resmi terbentuk pada 21 Juni 2001.

Pada momentum HUT ke-18 Kota Cimahi, Ajay berharap BLK segera terealisasi, sehingga warga pencari kerja di Cimahi punya kesempatan untuk mendapatkan pelatihan sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Tentunya keinginan ini harus mendapatkan dukungan dari Pemprov Jabar, sementara Pemkot Cimahi sudah menyiapkan alternatif lahan untuk pembangunannya.

Kehadiran BLK di Kota Cimahi menjadi mimpi yang harus diwujudkan sehingga perlu didukung semua pihak. Sebagai kota yang memiliki kawasan industri maka kehadiran BLK harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan industri di era 4.0. Sehingga warga Cimahi yang sudah masuk usia kerja bisa terakomodir guna meningkatkan daya saing dan tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

Keberadaan BLK ini sangat dibutuhkan. Sebagai sebuah kota dengan jumlah penduduk yang besar, BLK banyak manfaatnya untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat pencari kerja. Seperti menjadi fasilitas dalam mengasah kemampuan para pencari kerja yang masih minim pengalaman kerja, menjadi pencari kerja yang punya keterampilan dan diperlukan dunia usaha/industri.

“BLK mampu meningkatkan daya saing, mengasah kemampuan, dan menjadi center of excellence bagi pengembangan warga Cimahi dalam menghadapi tantangan di dunia industri,” pungkasnya.

Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Cimahi, Asep Herman mengungkapkan, kemungkinan BLK baru akan terwujud tahun 2021. Sebab, tahun ini pihaknya baru mengajukan anggaran untuk membuat Detail Engineering Design (DED).

“Pengajuan sekarang untuk 2020. Kita akan mengajukan untuk DED, Amdal sama Amdal Lalin. Diperkirakan butuh Rp 1 miliar,” kata Asep.

Sebetulnya, kata dia, saat ini study kelaikan BLK sudah ada hanya saja belum memunculkan titik lokasi pembangunannya. Awalnya, BLK ingin dibuat di sekitar Kawasan Bandung Utara (KB) namun hal itu sulit terealisasi.

“Akhirnya muncul lahan baru yang diusulkan di RDKC Leuwigajah,” katanya.

Untuk membuat BLK, sedikitnya dibutuhkan lahan sekitar 2,5 hektare. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Sementara konsepnya akan disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Asep menegaskan, keberadaan BLK sangat penting untuk mengasah keterampilan para pekerja lokal. Sebab di sana akan ada pelatihan agar semua pekerja memiliki daya saing. “Bukan asal melatih, kita juga jembatani apa yang dibutuhkan. Kemungkinan ada 6 jurusan yang akan diaplikasikan di BLK,” pungkasnya.
(Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here