Satu Kampung Di Ciamis Menjadi Pengrajin Kolang Kaling

0
22

CIAMIS, media3.id – Warga satu kampung di Blok Siluk, Dusun Sambungjaya, RT 19, RW 08, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menjadi pengrajin kolang-kaling selama bulan puasa tiba, untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Bulan suci Ramadhan 1440 H menjadi berkah tersendiri bagi sebagian besar warga Kampung di Blok Siluk, Dusun Sambungjaya, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan kampung Caruluk atau pengrajin kolang-kaling.

Pasalnya setiap bulan puasa tiba pesanan caruluk atau kolang kaling dari wilayah tersebut meningkat tajam. Satu orang pengrajin kolang-kaling dapat memenuhi pesanan hingga 1 ton setiap minggunya, untuk pasar-pasar yang ada diwilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, bahkan ke pasar-pasar yang ada diwilayah Propinsi Jawa Tengah, seperti Sidareja, Gandrung, Cilacap, Majenang, Wanareja, dan daerah lainnya.

“Mungkin sudah menjadi tradisi tahunan setiap masuk bulan puasa tiba, hampir setiap orang, menjadi pengrajin kolang-kaling musiman, untuk memenuhi pesanan dari berbagai pasar diwilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan pasar-pasar diwilayah Propinsi Jawa Tengah,” Ujar Warsito, saat ditemui ditempat pengolahan kolang-kaling, Rabu  (08/05/2019).

Untuk memenuhi pesanan tersebut, biasanya para pengrajin melibatkan anggota keluarganya atau warga lainnya dalam memproduksi bahan makanan yang terbuat dari buah aren tersebut.

“Bahkan tidak hanya orang tua, anak usia sekolah pun di kampung ini, setiap harinya turut membantu orang tuanya dalam pengolahan kolang-kaling, agar mendapat tambahan uang jajan selama bulan Ramadhan,”jelasnya

Proses pengolahan kolang-kaling sendiri masih mempergunakan alat sederhana, buah aren yang sudah dipetik dari pohon selanjutnya direbus hingga matang, setelah matang dikupas dan ditumbuk terlebih dahulu agar terlihat pipih dan teksturnya kenyal.

“Paling sedikit dalam seminggu kami bisa memproduksi dua hingga tiga kwintal kolang-kaling. Kalau lagi ramai bisa mencapai 1 ton, harga kolang kaling sendiri saat ini Rp. 10.000,- per kilogram,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan pengrajin kolang-kaling lainnya, Usup, mengatakan bahwa datangnya bulan suci Ramadhan ini, bagi kami adalah berkah, dan bisa mendatangkan rejeki, untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual hasil olahan kolang-kaling.

“Semuanya bekerja mengolah kolang-kaling, mulai dari mencari bahan, menumbuk sampai proses penjualan. Bulan puasa menjadi berkah tersendiri bagi warga masyarakat disini, ketika warga lain sibuk bekerja keluar kota, warga kami sebaliknya, sibuk dihalaman rumah dan di kebun-kebun, mengambil, mencari dan mengolah buah Aren untuk dijadikan kolang-kaling,”ujarnya.

 (Beki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here