Dinsos Harus Antisipasi Destinasi Gepeng Di Cimahi Saat Lebaran

0
14
Gepeng-gepeng kiriman yang banyak berkeliaran di Cimahi

Cimahi, Media3.id – Gelandangan dan pengemis (gepeng) diprediksi bakal bermunculan dalam waktu dekat ini di Kota Cimahi. Realita itu selalu terjadi setiap bulan Ramadhan, khususnya mendekati lebaran Idul Fitri tahun ini.

Melihat realitas bulan suci Ramadhan tahun lalu, gepeng umumnya adalah berusia Lanjut Usia (Lansia), ibu-ibu dengan modus membawa anak kecil hingga kategori anak.

Mereka umumnya beroperasi di tempat keramaian seperti di sekitar Alun-alun Cimahi dan Jalan Gandawijaya.

Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cimahi, Erick Yudha mengakui, Cimahi ini menjadi salah satu destinasi gepeng untuk mengais rezeki. Apalagi dengan memanfaatkan bulan Ramadhan.

“Iya Cimahi jadi tujuan gepeng. Coba nanti liat apalagi waktunya lebaran. Di Alun-alun itu kan pasti mereka datang ke situ dimana orang berkumpul,” ujar Erick, Senin (13/5/2019).

Dikatakannya, Kota Cimahi sendiri menjadi daerah lintasan sehingga kerap didatangi gepeng. Bukan hanya saat bulan puasa saja, tapi juga dibulan-bulan biasa.

Tapi memang harus diakui jumlahnya biasanya kerap meningkat pada moment puasa dan lebaran.

“Jumlahnya fluktuatif waktu operasinya juga fluktuasi. Datang ke Cimahi pagi, siang pindah dan sore balik lagi, pindah tempat,” katanya.

Pihaknya, lanjut Erick, permasalahan gepeng ini sangat sulit untuk ditangani. Apalagi harus merubah paradigma supaya mereka tidak mengemis lagi. Tindakan keras seperti pengusiran pun tidak mungkin dilakukan pihaknya mengingat tak ada regulasi khusus untuk melarang keberadaan gepeng.

“Yang jadi masalah seperti gepeng kita gak bisa ngusir, nanti salah juga ini sulitnya menangani masalah gepeng,” ucapnya.

Sejauh ini yang bisa dilakukan Dinas Sosial Kota Cimahi, kata Erick kembali, baru sebatas pemantauan dan pembinaan. Pembinaan juga khusus bagi gepeng yang berdomisili di Kota Cimahi.

Sementara dari luar, itu disarankan untuk kembali ke daerah asalnya.

“Pemantauan kita lakukan. Kalau orang Cimahi kita lakukan pembinaa. Pendatang kita sarankan keluar,” pungkasnya.

(Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here