Bukber, Cara Pemkab Majalengka Jalin Silaturahmi dengan Insan Media di Bulan Ramadhan

0
21

MAJALENGKA, media3.id –  Untuk menjalin silaturahim antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Majalengka dengan insan media, setiap bulan Ramadhan Pemkab Majalengka mengadakan Buka Bersama (Bukber) insan media.

Kegiatan yang digagas Bagian  Protokoler tersebut berlangsung di Gedung Yudha Kabupaten Majalengka, Selasa (28/5/2019). Dihadiri Bupati Majalengka H Karna Sobahi, Sekda Ahmad Sodikin, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono dan unsur Forkopimda lainnya, para OPD serta journalis dari berbagai media.

Dalam sambutannya Bupati Majalengka H Karna Sobahi mengatakan, sinergitas, kemitraan ataupun kerjasama dengan insan media sangat perlu dilakukan, karena media atau Pers sebagai Pilar Ke 4 demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

” Walaupun keberadaannya di luar sistem politik formal, keberadaan pers memiliki posisi strategis dalam informasi massa, pendidikan kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial,” ungkapnya.

Ditegaskannya, dalam rangka pembangunan daerah, tentu melibatkan berbagai elemen, termasuk juga media massa. Pers mempunyai peran secara tidak langsung dalam pembangunan Kabupaten Majalengka  di bidang informasi.

” Partisipasi media massa sangat dibutuhkan dalam agenda pembangunan daerah dengan kekritisannya yang membangun, cerdas, edukatif dan bermartabat,” paparnya.

Menurutnya, media memiliki fungsi ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, menegakkan keadilan, dan memberantas kebatilan dalam amar mahruf nahi mungkar. Pers juga sebagai kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan, meluruskan yang berpotensi melengceng dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.

Diharapkannya, Media massa juga harus mampu membangun opini publik. Sehingga Pemerintah Daerah segera tanggap terhadap persoalan publik, karena pers mampu mempertahankan isu publik tersebut.

” Dengan perkembangan informasi yang begitu cepat diperlukan revitalisasi peran dan fungsi media massa. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” jelasnya.

Dikatakannya, Era pasca reformasi, keterbukaan informasi dunia pers terbuka lebar. Dengan munculnya undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), dan undang-undang pers menandai kebebasan pers. Namun dengan kebebasan yang ada acap kali dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemerasan terhadap pihak lain.

Kegiatan pemberitaan yang dilaksanakan insan pers di Majalengka  diharapkan ke depan terus tumbuh dan menggelora, sehingga sasaran dan harapan pembangunan daerah dapat dicapai sesuai yang diinginkan bersama.

Peran pers di Majalengka cukup dirasakan positif karena ikut berpengaruh dalam mendorong perubahan dan percepatan pembangunan. Jika dilihat secara kasat mata, banyak perubahan pembangunan melibatkan peran pers dengan fungsi kontrol sosialnya. Pembangunan yang didasarkan atas aspirasi masyarakat sesungguhnya telah banyak dilahirkan insan pers.

” Selama ini Pers di Majalengka sudah melakukan upaya maksimal dalam mendorong percepatan pembangunan daerah melalui pemberitaan, baik melalui media cetak maupun media online dan  elektronik,” pungkasnya.

(Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here