SILATURAHMI KAPOLDA JABAR DAN PANGDAM III SILIWANGI BESERTA TOKOH LINTAS AGAMA SE-JAWA BARAT

0
12

Bandung, media3.id – Jajaran Polda Jabar dan Pangdam III siliwangi menggelar silaturahmi akbar bersama Tokoh-tokoh lintas Agama se-jawa barat di Aula Moeryono Mapolda Jabar Jln. Soekarno-Hatta No.748, Cimenerang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Senin (7/4/2019)

Kegiatan tersebut bertujuan agar menjaga Kantibmas menjalang Pemilu 2019 di Jawa barat.

Adapun yang hadir dalam acara tersebut: IRJEN POL Drs. AGUNG BUDI MARYOTO M.Si (KAPOLDA JABAR), MAYJEN TNI TRI SOEWANDONO (PANGDAM III/SILIWANG), BRIGJEN TNI DEDI AGUS PURWANTO (KABINDA JABAR), KH. AYAT DIMYATI (MEWAKILI KETUA MUI JABAR), Drs. KIAGUS ZAENAL MUBAROK, M.AP (MEWAKILI KETUA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA (FKUB) JABAR), PJU POLDA JABAR beserta Puluhan Tokoh lintas agama se-jawa barat.

KETUA FKUB YANG DIWAKILI OLEH DRS. H. KIAGUS ZAENAL MUBAROK, M.AP dalam sambutannya menyampaikan “Pesta demokrasi sudah menjadi kesepakatan kita semua, sebagai proses pengambilan keputusan yg bisa merangkul semua elemen yg ada di tanah air. Pancasila merupakan yang menjadi dasar komitmen bersama, Semua sila merangkum semua nilai yang ada dalam agama. Sehingga generasi bangsa harus memahami sejarah tersebut. “ungkapnya

Tambah agus “Tantangan bagi kita semua bahwa agama selalu menjadi objek konflik, seharusnya Agama jangan dijadikan sumber konflik, Agama harus dijadikan solusi sebagai pemecah masalah”.

KH. MUHYIDIN ABDUL QODIR ALMANAFI. MA. ketika tausiahnya menyampaikan “Bahwa Membangunkan bangsa kita dari sisi agama, dunia dan akhirat. Kita Menginginkan negara kita tetap aman, bersatu dan dasar kita tetap Pancasila, dimana menurut pandangan agama islam bahwa pancasila bagian islam itu sendiri.” paparnya.

Selain itu Muhyidin menjelaskan “Kita semua sedang menghadapai banyak problem di indonesia ini, yang dapat mengganggu ketenangan kita semua, terjadinya pengrusakan, teror yg dapat merusak kesatuan dan Persatuan kita. Yang kita hadapi adalah agama, ini sangat berbahaya, bila di tundingkan kepada kita semua, banyak kejahatan yang mengatasnamakan Agama. Agama yang sangat suci dijadikan sebagai kedok utk melakukan kejahatan, padahal Semua yang diajarkan oleh Nabi Muhammad diajarkan kepada Umatnya yaitu Azas Islam dan dasar risalah, bagaimana membangun persaudaraan bagaimana membela fakir miskin dan anak yatim”.

Selain itu Muhyidin menambahkan “Kasih sayang adalah sifat haki, bagi manusia dan hewan bila tidak ada kasih sayang maka akan adanya saling bunuh dan saling memangsa. Sifat kasih sayang akan melahirkan tindak tanduk yg terbaik bagi siapapun yang disayangi. Dalam ajaran Nabi muhammad saw dilarang membunuh. Dalam Al-Quran sudah menjelaskan dilarang berburuk sangka kepada orang lain itu sudah menjadi dosa besar. Dalam Al-Quran Tidak diperbolehkan adanya paksaan utk masuk ke ajaran islam”.

“Allah tidak melarang dan memerintahkan kepada seluruh muslim harus berbuat baik kepada siapapun non muslim yg mana mereka tidak mengusir kalian di daerah kalian dan kalian harus bersifat adil”. Tegasnya.

PANGDAM III SILIWANGI MAYOR JENDERAL TRI SOEWANDONO ketika sambutan menyampaikan “Agama dan pancasila dapat mengakomodir yang dibutuhkan oleh negara, Negara kita sudah berlangsung lama” ungkapnya.

“Polri dan TNI All Out utk mengamankan Pelaksanaan Pemilu 2019. 15.000 (lima belas) pasukan TNI sudah disiapkan untuk pengamanan Pemilu 2019”. Tambahnya

“Pemilu bila dilaksanakan dengan baik dan sukses maka pembangunan kedepan akan semakin sukses”. tegasnya.

Selain itu KAPOLDA JAWA BARAT IRJEN POL Drs. AGUNG BUDI MARYOTO, M.Si. ketika sambutanya menyampaikan “Tugas kita adalah menjaga keamanan. Keinginan dan kesepakatan bersama salah satu sifat yang majemuk pendahulu kita untuk mempersatukan  Indonesia”. Ungkapnya

“Bangsa Indonesia, suku bangsa dan agama kita bisa merangkul. Demokrasi dan perkembangannya, demokrasi atau sejahtera dulu?, itu adalah konsekwensi yang harus kita jalani”. Tambahnya

“Fenomena globalisasi memunculkan persaingan ketat yang dapat membentuk kejahatan berdimensi baru disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan, ditambah dengan Media Sosial sebagai bagian dari tantangan keberagamaan, intoleransi dan radikalisme pro kekerasan”. paparnya

“maka dari itu Polri minta bantuan dari kodam dan seluruh Jajaran serta ormas-ormas untuk melakukan pengamanan Pemilu 2019 agar aman dan damai. Maka Perlu betul-betul membentengi anak-anak kita dari pengaruh media sosial”. Tambahnya

“Pemilu adalah Pesta demokrasi yang dimana perbedaan adalah bagian hal yang wajar. Bila ada masyarakat yang mengintimidasi dan memaksakan satu kehendak maka agar segera melaporkan. Adakan kembali Siskamling utk mengantisipasi Money Politik (serangan fajar). Gunakan hak politik kita masing-masing dengan baik dan benar”. Tegasnya

Selain itu Agung meminta “Peran Tokoh Agama Jawa barat agar menjadi panutan dan tauladan bagi kehidupan bermasyarakat”.

Selama kegiatan berjalan dengan lancar dan ditutup dengan foto bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here