Da’i Kamtibmas Polres Majalengka Gelar FGD Dan Deklarasi Pemilu Damai

0
7

Majalengka, media3.id –  Gebyar dan hiruk pikuk  pesta demokrasi sudah mulai terasa. Pemilu damai dan sejuk terus digelorakan sejumlah instansi pemerintah  bersama masyarakat, demi terlaksananya pesta demokrasi yang langsung, umum, bebas, rahasia (Luber) dan  Jujur, adil (Jurdil) sesuai amanat UUD 1945.

Deklarasi Pemilu  damai dan sejuk kali ini dilakukan oleh Da’i Kamtibmas Polres Majalengka disaksikan pejabat  Kementerian Agama (Kemenag)  Majalengka dan  Jajaran Polres setempat.

Dalam kegiatan  tersebut, Da’i Kamtibmas se Kabupaten Majalengka  berkomitmen turut berpartisipasi  mewujudkan Pemilu yang Luber dan Jurdil. Mereka juga berkomitmen menciptakan Pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, dan pemilu tanpa hoaks, tanpa politisasi SARA, serta tanpa politik uang.

Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menyebutkan,  kontestasi Pemilu Presiden 2019 merupakan persaingan kader terbaik bangsa Indonesia sehingga masyarakat jangan sampai berselisih dalam melaksanakan pesta demokrasi 5 tahun sekali tersebut.

“Ini ‘kan  pesta demokrasi tiap 5 tahun sekali memilih, yang bersaing adalah kader terbaik bangsa, yang namanya pesta harus suka cita jangan ada rasa kebencian apalagi ketakutan,” katanya  pada acara Forum Group Discussion (-FGD) sekaligus deklarasi Pemilu  damai dan sejuk di salah satu rumah makan yang berada di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten  Majalengka, Rabu (6/3/2019).

Pihaknya mengimbau masyarakat terutama relawan atau pendukung masing-masing pasangan calon jangan saling berselisih apalagi  bermusuhan karena semua bersaudara sehingga perlu saling silaturahmi.

Ditempat yang sama
Kepala Kemenag Majalengka, H  Yayat Hidayat mengatakan,Kegiatan ini intinya membangun persepsi yang sama untuk turut berperan serta aktif mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, sejuk, dan damai.

Dikatakannya, deklarasi ini jelas dipandang perlu mengingat suhu politik menjelang Pilpres dan Pileg di Indonesia kian meningkat. Potensi terjadinya konflik, terutama konflik horizontal antar grass-root, bukan tidak mungkin terjadi apabila tidak diantisipasi sedini mungkin.

Diharapkannya,melalui dekalarasi ini, para da’i beserta Kementerian Agama Kabupaten Majalengka dan Polres Majalengka dapat bersama-sama menciptakan iklim yang kondusif melalui berbagai upaya, seperti tindakan promotif kepada masyarakat.

” Agar mereka dapat menahan diri dari hal-hal atau perilaku kontra-produktif terhadap penyelenggaraan Pilpres dan Pileg tahun 2019,” terangnya. (Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here