Akibat Saluran Mampet, Terowongan Tol Cipali Perbatasan Majalengka-Cirebon Tergenang Air

0
11

Majalengka, media3.id – Pasca  pembangunan  jalan Tol Cikampek -Palimanan (Cipali). Meskipun jalan tol tersebut sudah beroperasi cukup lama,  namun persoalan lingkungan  belum 100 persen teratasi.

Seperti yang terlihat di ruas tol Cipali yang melintas  wilayah Kabupaten Majalengka sejak adanya Tol Cipali   beberapa sarana irigasi maupun saluran air (Draenase) menjadi buruk.

Tepatnya disalah satu terowongan atau jembatan tol di Desa Panjalin Kidul Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka yang berbatasan langsung dengan Desa Budur Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Setiap turun hujan jalan dibawah jembatan itu (Terowongan tol)  tergenang air karena disinyalir buruknya saluran irigasi atau draenase yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Salah seorang pengendara sepeda motor yang melintas, Ono (27) mengeluhkan kondisi tersebut. Jalan tepat dibawah jembatan tol itu terendam air hujan setinggi betis orang dewasa. Bahkan akibat kondisi tersebut, membuat jalur terpaksa harus berfungsi satu arah.

“Kondisi ini terjadi sejak pembangunan jalan tol selesai. Sampai sekarang belum bisa diatasi dengan maksimal. Saluran tidak berfungsi dengan normal mengakibatkan air hujan tidak dapat mengalir. Bahkan jalan pun hanya bisa dilewati satu jalur sebelah baratnya saja. Karena dibawah tol ini dibagi dua jalur,” ungkapnya, minggu (31/3/2019).

Dijelaskannya,  pihak berwenang harus bertanggungjawab guna memperbaiki kondisi saluran air. Faktor lainnya karena jalan tersebut bergelombang atau tidak rata. Sehingga ketika hujan air hanya tergenang.

Hal senada dikatakan warga setempat, Darmin (55) dikatakannya,  beberapa persoalan bekas pembangunan ruas jalan tol masih terjadi. Terowongan yang dibuat dua jalur tersebut gelap saat malam hari dan dapat mengancam keselamatan pengendara yang melintas.

“Jalur Provinsi antara Majalengka-Cirebon ini seharusnya ada lampu penerangan sebelum memasuki terowongan dua jalur. Yang dikhawatirkan lagi penyangga itu tepat berada ditengah jalan Prapatan-Budur,” ujarnya.

Diakuinya, di jalur ini sering terjadi kecelakaan lalu lintas sampai merenggut korban jiwa.

” Jalur dua arah, tapi kerena tergenang air jadi satu arah, karena pengendara  motor   maupun mobil pribadi enggan melintas jalan atau terowongan yang tergenang air cukup dalam itu, sehingga mungkin karena kagok sering terjadi kecelakaan, ” jelasnya.

Dari pantauan,  akibat jalur sebelah timur tergenang, tidak sedikit pengendara yang memilih jalur barat karena kondisi jalannya masih kering. Para pengendara memilih jalur tersebut meski membahayakan keselamatan. (Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here