Tipikor Polres Bandung Akan Segera Usut Kasus Fingerprint Di Kab Bandung

0
12

Media3.Id Kab Bandung- Kasus dugaan mark-up dan maladministrasi dalam penjualan absensi sidik jari (fingerprint) ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung bakal berlanjut ke proses hukum.

Dalam waktu dekat ini beberapa kepala sekolah dan mantan kepala UPTD (sekarang Kordinator Pendidikan – Kordik, red)  segera dipanggil penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Polres Bandung.

“Ini sih sudah pasti berlanjut ke proses hukum. Beberapa kepala sekolah dan UPTD di Kabupaten Bandung akan dipanggil penyidik,” ungkap sumber yang meminta tidak disebutkan namanya di Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung kepada Wartawan, Rabu (13/2).

Meski demikian, ia menyebutkan, cara penjualan alat absensi sidik jari tersebut di setiap kecamatan tidak seragam sesuai dengan kemampuan bertransaksi para kepala sekolah.

“Kalau para kepala sekolah yang kritis dia bisa menawar tidak jauh dengan harga yang dijual di pasaran. Tetapi memang ada juga yang membelinya seharga dua juta setengah karena flapon harga di regulasi tentang fingerprint sendiri maksimal memang tiga juta,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pengurus Wilayah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (PW GNPK-RI) Jawa Barat menyambut positif respon aparat penegak hukum (APH) yang menindaklanjuti dugaan adanya mark-up penjualan fingerprint tersebut.

Terlebih, kata Ketua GNPK RI Jawa Barat NS Hadiwinata, pihaknya sudah mengeluarkan surat perintah kepada tim yang ditunjuk untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan dalam proses penjualan alat tersebut ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Bandung. (Arbim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here