Sat Lantas Polres Majalengka Berupaya Maksimal Atasi Fenomena Ngompreng Dikalangan Millennial

0
4

Majalengka, media3.id – Menanggapi fenomena sosial  yang saat ini marak dikalangan generasi millennial yakni anak-anak  sekolah ataupun anak yang tidak sekolah dengan cara berkelompok dipinggir jalan dan memberhentikan kendaraan truk atau bak terbuka lainnya untuk ikut menumpang di kendaraan tersebut atau biasa dikenal dengan istilah Ngompreng yaitu numpang ikut naik kendaraan secara cuma-cuma alias gratis.

Biasanya mereka lakukan saat berangkat dan pulang sekolah.  Bahkan ada yang melakukan saat bepergian seperti menuju lokasi konser musik maupun lokasi pertandingan sepak bola.

Menyikapi hal tersebut  Kapolres Majalengka AKBP Mariyono melalui Kasat Lantas AKP Atik Suswanti mengatakan, Fenomena ngompreng kendaraan bak terbuka yang dilakukan generasi millennial dengan tidak mengindahkan keselamatan dirinya, jajaran Satuan Lalulintas (Sat Lantas) Polres Majalengka, sering melakukan sosialisasi mengenai keselamatan berlalulintas khususnya kepada para pelajar.

” Sosialisasi keselamatan berlalulintas sudah sering kami lakukan secara massif melalui unit Dikyasa yang kami miliki dan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Majalengka juga sekolah-sekolah baik SD, SMP, dan SMA yang ada di Kabupaten Majalengka, ” paparnya, Minggu (24/2/2019).

Menurutnya, peran serta sekolah dan keluarga (Orang tua) dalam membimbing serta mengarahkan keselamatan berlalulintas kepada anaknya  sejak dini sangat dibutuhkan,  karena saran Orang tua mungkin lebih didengar oleh anaknya dibanding saran yang disampaikan oleh Polisi.

“Selain itu penindakan dan peneguran terhadap pengemudi kendaraan bak terbuka yang membawa penumpang khususnya anak-anak sekolah sudah sering kita lakukan, ” terangnya.

Dikatakannya, kecuali di daerah terpencil yg masih kekurangan angkutan umum pihaknya masih memberikan toleransi selama kendaraan tersebut membawa penumpang khususnya anak-anak sekolah dari sekolah ke tempat tujuan (rumah masing-masing) ataupun sebaliknya.

Diakuinya, selama ini belum adanya aturan atau undang – undang yang mengatur dalam hal pemberian sangsi untuk penumpang yang ikut menumpang di kendaraan bak terbuka sehingga tidak ada efek jera bagi mereka yg ikut ngompreng ketika diberikan penindakan oleh petugas.

” Juga masih adanya pengemudi yang mempunyai sikap toleran yang sangat tinggi terhadap masyarakat khususnya anak – anak sekolah yg membolehkan mereka ikut menumpang di kendaraan mereka sehingga tidak memberikan edukasi yang baik akan aturan yang benar, pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan yg dianggap benar padahal itu jelas salah,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, kepedulian masyarakat sangat diperlukan untuk menegur atau mengingatkan ketika menemukan masyarakat lainnya khususnya anak sekolah yang akan atau berniat mengompreng di kendaraan bak terbuka apalagi yang sedang melaju kencang, guna mencegah terjadinya kecelakaan baik kepada dirinya ataupun kepada orang lain.

” Kami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat khususnya masyarakat kabupaten Majalengka untuk berperan aktif menjadi pelopor keselamatan berlalulintas, karena untuk fenomena tersebut, bukan hanya tanggungjawab  Kepolisian dalam hal ini Sat Lantas saja, akan tetapi tanggungjawab kita bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa, agar tidak menjadi korban Lakalantas dan korban ketidakpedulian kepada aturan,” pungkasnya.(Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here