Pasca Banjir Lumpur, Warga Ciheulang Tuntut Pihak Pengembang Perumahan

0
16

   Media3.Id, Kab Bandung-  Pasca terjadinya banjir lumpur yang menerjang Dusun RW 08 dan kampung Cigugur desa Ciheulang  Kecamatan Ciparay  Kabupaten Bandung,  pada Kamis Sore ( 22-2-2019),  disesalkan warga, pasalnya, banjir lumpur yang menimpa warga Desa Ciheulang , itu dikarenakan dampak dari adanya pembangunan Perumahan diwilayah itu.

   Demikian disampaikan Setia Selaku kuasa Warga RW 08 desa Ciheulang, didampingi Camat Ciparay , Yusuf Supriatna, dan Pjs Desa Ciheulang Budi , saat melakukan mediasi yang di hadiri RT dan RW serta beberapa perwakilan warga tokoh setempat desa Ciheulang.

 “Banjir lumpur terjadi saat hujan turun kemarin sore sekira pukul 16.30 WIB, pada Kamis Sore, semalampun langsung digelar pertemuan antara warga yang kena dampak banjir lumpur.

  Menurut Setia saat memberikan keterangan kepada Media3, Id,” bahwa ada pernyataan sikap warga Ciheulang, untuk menghentikan kegiatan proyek perumahan bilamana pihak pengembang tidak mengindahkan surat-surat perjanjian dengan warga yang kena dampak, sampai di laksanakan perjanjian kesepakatan bersama dalam perjanjian tersebut.

 Kemudian warga tidak akan mencabut surat pengaduan yang di tayangkan kepada Pemerintah kabupaten Bandung, sebelum pihak pengembang menyelesaikan masalah-masalah aturan baku terkait prosedur tata pelaksanaan berdirinya izin perumahan dan tentunya keinginan warga harus segera di realisasikan,” ungkapnya.

 , Warga Ciheulang juga saat melakukan mediasi di aula kantor desa pada Jumat( 21/2)  ,Siang  meminta pertanggungjawaban perusahaan atas dampak yang terjadi ke lingkungan  selanjutnya, pihak perusahaan harus membersihkan sidimentasi lumpur diwilayah terdampak, baik halaman rumah maupun saluran air. menghentikan sementara kegiatan pembangunan sebelum dapat membuktikan legalitas perizinan dan masyarakat bersedia musyawarah kembali dengan pihak perusahaan tanpa diwakilkan,” tandasnya.

   Sementara,  Bang Joker ketua LSM PMPRI Jawa Barat  yang saat ini sedang melakukan giat Program Citarum Harum.bersama Satgas Kodam III Siliwangi, angkat bicara terkait polemik warga Ciheulang dengan pihak pengembang, menurutnya,”  pihak terkait agar dapat mengkaji ulang dan menentukan tanah mana saja yang bisa dijadikan pemukiman dan tidak layak digunakan pemukiman. mengingat, di kabupaten Bandung, telah banyak lahan yang dijadikan perumahan, jangan sampai daerah resapan air dan lahan hijau dijadikan kawasan perumahan.

 “Terlebih, jangan sampai ada dugaan praktek kongkalikong antara pengembang dengan pemberi izin. sebab, dilahan itu jika dilihat secara logis penggunaan lahan dan tingkat kemiringannya pun sudah tidak benar,” katanya.

  Bang Joker  menerangkan, bahwa saat terjadi hujan, lalu datang musibah seperti kemarin, berarti, dinas terkait mengeluarkan izinnya tanpa melakukan analisa, Walaupun pengembang tersebut memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). dirinya meyakini terkait Amdalnya patut dipertanyakan.

   “Seharusnya, instansi terkait di Kabupaten Bandung harus sesuai dengan fungsinya, mulai dari Dinas terkait hingga DPRD harus turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan, selain itu juga, pemerintah daerah jangan melihat dari sisi nilai investasinya saja, tetapi harus melakukan analisa untuk kelangsungan hidup orang banyak,” ungkapnya. ( Arbim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here