LANGGAR ZONA MERAH ATRIBUT OJOL DISITA OPANG

0
58
foto: atribut jaket dan helm Grab yang disita opang dari driver Grab yang tertangkap tangan melanggar zona merah. Oleh opang atribut-atribut tersebut dijual kembali kepada siapapun yang berminat dengan harga murah. Hal ini oleh driver senior Grab dirasa melecehkan ojol Grab.

Klaten,  Media3.id  – Sudah cukup banyak pengemudi ojek online (ojol) Grab (Grabdriver) di Klaten yang tertangkap tangan menjemput penumpang di kawasan yang ditentukan sebagai zona merah atau zona terlarang bagi ojol untuk menjemput penumpang, seperti di stasiun kereta api, terminal bus, dan persimpangan jalan  tempat bus amtar kota menurunkan penumpangnya.

“Seringkali yang tertangkap tangan oleh ojek pangkalan (opang) adalah para pengemudi baru. Bisa dicirikan pada jaket dan helm-nya yang masih kinclong, serta belum terdaftar dalam keanggotaan Grab Bike Klaten (GBK)”, ucap driver senior Sutopo kepada Media3.id.

Jika sudah terhimpun dalam GBK, lanjutnya, akan ditandai dengan stiker GBK yang mencantumkan nomor keanggotaan pada sepeda motor sehingga bisa saling dikenali.

Dari pemantauan Media3.id, di pangkalan ojek Simpang Bendogantungan terhitung ada tujuh jaket Grab dan empat helm yang disita.

Menurut Lek Bendol, demikian ia minta disebut, jaket dan helm itu kini sedang ditawarkan atau dijual kepada siapapun yang berminat. Harganya cukup murah, jaket dihargai 50 ribu rupiah dan helm seharga 30 ribu rupiah. “Yang penting bisa untuk menambah isi kas pangkalan”, ucap Bendol.

Hal serupa juga terdapat di terminal bus Klaten. Menurut penuturan Bagong, salah seorang opang terminal, jumlah jaket Grab yang belum terjual tinggal empat buah. “Dulu ada banyak, termasuk jaket Gojek juga”, tutur Bagong.

Menyikapi fenomena ini, menurut Sutopo dan sejumlah Gràbdriver senior di Klaten, para pengemudi baru hendaknya proaktif membaur dengan driver senior dan mendaftarkan diri ke dalam keanggotaan GBK.

“Caranya mudah saja, cukup dengan bertanya kepada driver senior yang dijumpai di mana saja yang sepeda motornya sudah ditandai dengan stiker nomor keanggotaan GBK. Driver senior akan mengajukan pendaftaran anggota baru melalui WA grup GBK dan selanjutnya admin grup akan   mengundang driver baru untuk bertemu dibasecamp (BC) yang ditunjuknya guna pemasangan stiker GBK pada sepeda motor”, papar Wahana, driver senior lainnya.

Kepada pengurus GBK pun, tutur Sutopo lagi, diharapkan juga peka dan jeli mencermati Grabdriver di Klaten yang sepeda motornya belum tertempel stiker keanggotaan GBK.   (Shaleh Rudianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here