Kapolres Majalengka Angkat Bicara Terkait Maraknya Ngompreng Dijalanan

0
47

Majalengka, media3.id – Fenomena sosial yang saat ini marak di Kabupaten Majalengka dan sekitarnya  yakni sekelompok pelajar tingkat SLTP atau SLTA berombongan mencegat kendaraan truk atau kendaraan bak terbuka lainnya yang lewat kemudian menumpang untuk pulang ataupun bepergian, masyarakat setempat biasa menyebutnya dengan istilah Ngompreng. Dan mungkin fenomena ini  juga sedang terjadi di daerah lainnya.

Seperti terlihat di jalan raya Cirebon-Bandung tepatnya di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Sabtu (23/2/2019) sekira jam 10.28 WIB, sekelompok anak anak pelajar SMP memberhentikan truk  yang sedang melaju. Bahkan posisi mereka saat memberhentikan kendaraan tersebut  sampai ke tengah jalan.

Menyikapi fenomena itu, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono mengaku sangat prihatin karena hal tersebut merupakan perilaku yang membahayakan mereka, tidak saja secara fisik melainkan juga membahayakan orang lain.

” Kita sudah melaksanakan himbauan ke sekolah-sekolah dengan menggelar  Police Go to School,” ungkap Kapolres Majalengka AKBP Mariyono.

Menurutnya, tujuan kegiatan Police Go to School, 
untuk memberikan pemahaman bahwa tindakan ngompreng ini berbahaya buat keselamatan mereka,  karena truk atau kendaraan bak terbuka bukan kendaraan untuk mengangkut orang.

” Selain itu,  berikutnya kita akan mengumpulkan dan menghimbau para pengemudi truk utk tidak memberikan tumpangan pada mereka karena apabila terjadi kecelakaan tetap saja yang bertanggung jawab adalah sopir truk itu,” jelasnya.

Sementara menurut Ramdan (40) salah satu warga setempat yang kebetulan tempat tinggalnya pinggir jalan raya,  pihaknya mengaku hampir setiap waktu sering melihat sekelompok anak muda baik pelajar maupun bukan melakukan ngompreng di jalan.

” Sehingga dapat dipastikan, karena mereka menumpang  tentunya secara cuma-cuma alias gratis. Kini jumlahnya pun semakin hari saya amati semakin meningkat,” katanya.

Dia berharap kepada pihak berwenang untuk menindak tegas sekaligus menertibkan perilaku yang sangat membahayakan tersebut. Demi keselamatan berlalu lintas.(Nano)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here