GERAKAN JAGA INDONESIA(GJI) SERTA ORGAN RELAWAN AMPU,RJ2P DAN YANG LAINNYA MENOLAK SISTEM KHILAFAH DI INDONESIA

1
30

Jakarta, Media3.Id – Sekelompok puluhan gabungan relawan dari beberapa organisasi masyarakat melakukan sosialisasi dengan membagikan bendera Merah Putih dan penempelan stiker dor to dor ke rumah warga di RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (24/2).

“Penempelan stiker ini bertuliskan “PANCASILA YES” ! “KHILAFAH NO” ! disetiap rumah-rumah warga sebagai upaya untuk menjaga Indonesia dari kehancuran akibat situasi politik sekarang ini menjelang Pilpres yang semakin memanas,dimana geliat penjualan Agama,Fitnah dan juga ujaran kebencian semakin meningkat tajam dikalangan masyarakat bawah khususnya anak-anak dibawah umur yang belum mengerti tentang situasi politik saat ini,serta Aksi hari ini diikuti beberapa elemen organisasi masyarakat dan organ relawan seperti AMPU, RJ2P dan lain-lain termasuk Gerakan Jaga Indonesia disingkat GJI. Aksi hari ini kita bagikan sekitar 1000 bendera termasuk stiker di lingkungan RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur,” kata Koordinator Aksi Novy Viky Akihary saat diwawancara kepada awak Media3.Id

“Novy pun mengingatkan serta mengatakan tentang sosialisasi penempelan stiker sekaligus membagikan bendera Merah Putih sebagai cara untuk meredam gejolak di masyarakat terkait isu-isu yang dimainkan oleh khilafah yang semakin menguat ditambah lagi khilafah tersebut didukung oleh Ormas yang dikenal radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang saat ini sudah dibubarkan oleh Pemerintah dan juga yang ingin mengganti Ideologi NKRI seperti:PANCASILA,UUD 1945,BHINNEKA TUNGGAL IKA,sebagai dasar negara dan ideologi negara kita NKRI sebagai harga mati juga bendera Merah-Putih Sebagai  bendera simbol bangsa dan negara Indonesia kita.

“Mengingat dari padà itu HTI pun telah resmi dibubarkan oleh putusan resmi MA dan otomatis menjadi organisasi terlarang, maka bisa saja peristiwa paska G 30 S PKI akan terulang kembali dimana diperkirakan 3 juta orang mati sia-sia karena dituduh PKI. Tentu kami sangat kwuatir hal yang sama juga terjadi pada masyarakat tidak berdosa pada saat dituduh sebagai HTI,” Ungkap Novy kepada awak media3.id dibilangan bambu apus jakarta-timur.

Novy pun lebih lanjutnya mengatakan bahwa dua hal diatas yang mendasari gerakan hari ini yang dilakukan oleh beberapa elemen masyarakat dan organ relawan dan organ gerakan jaga indonesianya sekaligus menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat melakukan gerakan serempak yang sama demi menyelamatkan Pancasila, NKRI serta berkibarnya Merah-Putih.

Senada dari itu juga dengan Novy,Dan juga Flora M sebagai seorang wanita yang mewakili bagian dari kaum ibu-ibu dan juga sebagai Ketua Umum AMPU mengatakan Aksi yang mereka gelar bertujuan positif untuk menjaga dan merawat dari kebhinnekaan tunggal ika NKRI dengan dasar pancasila dari rongrongan oknum-oknum yang ingin menggantikan sistem Pancasila di NKRI dengan sistem Khilafah.

“NKRI dengan dasar Pancasila sudah final dan telah teruji mampu merawat kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia hinga saat ini, namun begitu banyak oknum-oknum yang merongrong NKRI saat ini, salah satunya timbulnya paham-paham radikalisme terkhusus sistem Khilafah,” kata Flora.

Sedangkan Ketua RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Jakarta Timur, Haryono mengapresiasi aksi yang digalang oleh Novy dan kawan-kawan.

“Menurut saya yang mereka lakukan hari ini adalah untuk bela negara terutama mempertahankan dasar negara yaitu Pancasila terutama NKRI. NKRI bagi orang Indonesia adalah harga mati. Mudah-mudahan gerakan yang dilakukan oleh Bang Novy dan kawan-kawan diketahui seluruh lapisan masyarakat. Kenapa ? biar terjalin ikatan kebersamaan di masyarakat sehingga Indonesia bisa bersatu. Yang pasti dilingkungan RW 02 ini tidak ada masalah negatif yang terjadi. Masyarakat disini terus menjaga kondisi dan situasi tetap kondusif. Apalagi tahun ini khan tahunnya politik,” kata Haryono.(WAHYU TJ)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here