Shalat Gerhana Matahari di Masjid Agung Baitussalam Purwokerto

0
114

Gerhana Matahari Cincin. (dok.  _Masjid Agung Baitussalam Purwokerto_)

Purwokerto, Media3.id- Gerhana matahari merupakan peristiwa alam sinar matahari menghilang sebagian atau total pada siang hari karena terhalang oleh bulan yang melintas antara matahari dan bumi.

Berdasarkan data astronomis, pada hari Kamis (26/12) yang bertepatan tanggal 29 Rabi’ul Akhir 1441 H, mulai pukul 10:34 wib di Indonesia akan terjadi Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Sebagian.
“Seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati gerhana matahari ini. Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 12:17 wib dan akhir gerhana pukul 14:00 wib”, ungkap Humas Masjid Agung Baitussalam, Purwokerto, Ir.H.Alief Einstein,M.Hum.

Sehubungan dengan itu, Einstein mengatakan Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto akan menggelar Shalat Gerhana Matahari secara berjamaah pada Kamis esok ba’da Shalat Dhuhur sekitar pukul 12.30 sampai selesai, dan akan dipimpin imam Ust. Masnun Alim, Al Hafidz, Lc., serta khatib Ust. Amrullah Sucipto Aji,S.Sos.

Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. selaku Ketua Takmir Masjid Agung Baitussalam Purwokerto menjelaskan para ulama umumnya sepakat shalat gerhana matahari hukumnya sunnah muakkadah, kecuali mazbah Al-Hanafiyah yang mengatakan hukumnya wajib.
Disunahkan untuk mandi sunnah sebelum melakukan shalat gerhana. Kemudian shalat gerhana matahari dikerjakan dengan cara berjamaah. Dan, shalat gerhana dilakukan tanpa didahului dengan azan atau iqamat. Yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafaz “As-Shalatu Jamiah”. Selanjutnya shalat gerhana boleh juga dilakukan dengan sirr (merendahkan suara) maupun dengan jahr (mengeraskannya).

“Shalat gerhana dilakukan sebanyak 2 rakaat. Masing-masing rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali membaca qiraah surat Al-Quran, 2 ruku’ dan 2 sujud. Kemudian, bacaan Al-Quran pada shalat gerhana termasuk jenis shalat sunnah yang panjang dan lama durasinya. Selanjutnya, disunnahkan untuk memanjangkan ruku’ dan sujud dengan bertasbih kepada Allah SWT, baik pada 2 ruku’ dan sujud rakaat pertama maupun pada 2 ruku’ dan sujud pada rakaat kedua”, ungkap Dr.H.Muh.Hizbul Muflihin,M.Pd. dari Kementerian Agama Purwokerto.

Apabila berlaku gerhana, kata Dr.Hizbul, umat Islam dianjurkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam supaya bersegera untuk melakukan perkara-perkara yang berkebajikan seperti berdoa, berzikir, bersembahyang, bertakbir, bersedekah dan beristighfar. Di samping itu, melakukan perkara-perkara yang berkebajikan dan menghindari melakukan perkara-perkara mungkar dan maksiat serta perbuatan syirik yang bertentangan dengan ajaran agama Islam.

▪ (Shaleh Rudianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here