Satbrimob Polda Sulteng Terjunkan Dapur Lapangan dan Watertreatment Untuk Bantu Korban Kebakaran

0
20

Tolitoli,  media3.id – lebih dari seribu warga kelurahan Sidoarjo tinggal di pengungsian akibat kebakaran hebat yang melanda seluas 3 RT di Jalan Bubara dan Lumba-lumba Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Toli–Toli, Sulawesi Tengah empat hari yang lalu. Sejak tanggal tersebut pihak pemerintah melalui Basarda, TNI-Polri maupun badan lainnya saling bahu-membahu dalam memberikan bantuan bagi para pengungsi. Setelah sebelumnya memberikan bantuan tenaga, sembako dan trauma healing, Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng Kombes Pol Sony Sanjaya, SIK kemudian memerintahkan agar 1 (satu) unit truk dapur lapangan dan 1 (satu) unit Water Treatment milik Satbrimob untuk diterjunkan guna membantu penyediaan makanan bagi para pengungsi.

Perintah tersebut kemudian langsung dilaksanakan dengan bergesernya truk dapur lapangan dan water treatment beserta personel pendukung dibawah pimpinan Iptu Umar Ali via jalur darat dengan jarak kurang lebih 357 Km dari kota Palu menuju kecamatan Baolan, Tolitoli. Setibanya di Baolan, berdasarkan koordinasi dan sinergi dengan BPBD Tolitoli dan Polres Toltoli, truk water treatment dan dapur lapangan beserta petugas pendukung ditempatkan pada lokasi pengungsian korban kebakaran di halaman Pelabuhan Dede Kel. Sidoarjo Kec. Baolan Kab. Tolitoli. Di lokasi ini, para petugas yang seluruhnya merupakan personel Brimob Sulteng menyiapkan 100-150 porsi makanan untuk satu kali waktu makan dengan total 300 – 450 porsi per hari yang anggarannya didapat dari bantuan seluruh relawan maupun BPBD kab. Tolitoli. Sesuai hasil rapat, maka penyaluran makanan diserahkan melalui relawan posko dan petugas dinas sosial yang bertugas pada hari itu, adapun bagi pengungsi yang ingin mengambil langsung diberikan izin untuk langsung mendatangi kedua truk milik Brimob Sulteng.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng sendiri berharap bantuan tenaga dan truk dapur lapangan dan water treatment ini dapat meringankan kesulitan para pengungsi sekaligus membantu proses bantuan yang diberikan seluruh pihak. Kepada petugas Brimob beliau berpesan agar mengesampingkan rasa lelah dalam membantu para pengungsi, karena ini adalah sedekah terbaik dan sesuai dengan semboyan Brimob Untuk Indonesia, dan Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan. Disisi lain, Iptu Umar Ali yang dihubungi via telepon menyampaikan bahwa truk dapur lapangan menempuh jalur yang cukup jauh dan melelahkan dikarenakan topografi wilayah Sulteng yang dipenuhi pegunungan, namun semua kelelahan tadi terbayar lunas dan hilang sendirinya dengan senyum dan ucapan terimakasih dari pengungsi.(Ardhie)

(Sumber : Div Humas Mako Brimob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here