Reses II DPRD Jabar, Fraksi PDI Perjuangan Hj Nia Purkania Siap Serap Aspirasi Rakyat Manggungharja

0
100

Kab Bandung,Media3.id – Anggota DPRD Provinsi Jabar dari Praksi PDI Perjuangan,Hj Nia Purkania SH,MK,n didampingi H.Yayat Sumirat SH,anggota DPRD Praksi Perjuangan Kab Bandung serta Muspika kecamatan Ciparay dan Deden Toha kades Manggungharja, melakukan kegiatan reses II tahun sidang 2019-2020 di Gedung Serbaguna Bima Harja desa Manggungharja kecamatan Ciparay kabupaten Bandung.Senin(9/3) Siang pukul 13.30 WIB .

Dalam kesempatannya Hj Nia mengatakan,” reses merupakan media untuk menjaring aspirasi masyarakat yang diwakilinya terkait permasalahan penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kebutuhan pembangunan daerah serta terkait bantuan-bantuan yang digulirkan oleh pemerintah khususnya provinsi Jawa barat.
Menurutnya Aspirasi dan masukan yang diperoleh saat reses yang dilaksanakan,akan diperjuangkan dan ditindaklanjuti dalam program pembangunan daerah sesuai dengan kewenangannya.
Masih menurut Hj Nia,”Hasil reses dapat dimasukan saat penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD dan penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).
Dalam dialognya dengan masyarakat Hj Nia mendapat masukan atau aspirasi dari masyarakat diantaranya terkait bantuan Posyandu dan Rutilahu serta masalah PJU dan Banjir.
” Tadi juga ada masukan dari kader Posyandu terkait bantuan, juga terkait bantuan rutilahu di desa Manggungharja, yang belum semuanya teralisasi sesuai pengajuannya,” ungkapnya.
Hj Nia juga berjanji kepada warga masyarakat yang hadir diacara resesnya bahwa apapun aspirasinya akan diperjuangkan.
“Apa yang disampaikan oleh masyarakat selama reses, sudah saya catat dan akan kita perjuangkan” tegas Hj Nia.
Disinggung terkait Daerah aliran Sungai Citarum yang sering meluap dampak berdampak banjir menggenangi rumah Penduduk di wilayah kabupaten Bandung,Nia menegaskan,” saat ini pemerintah pusat dan Provinsi melalui program Citarum Harum sedang melakukan normalisasi daerah aliran sungai Citarum,dan Alhamdulillah sekarang terlihat hasilnya 40% sudah ada perubahan,luapan sungai Citarum berdampak banjir durasi waktunya mulai berkurang,berkat dibukanya proyek Curug jompong,”pungkasnya.(Arbim)

- Advertisement -
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here