Polres Kab. Tasikmalaya Amankan 39 Orang di Duga Preman

0
45

 

Tasikmalaya.media3.id,-Puluhan preman di Kabupaten Tasikmalaya dibekuk polisi karena dinilai meresahkan warga. Para preman tersebut diduga meminta uang kepada para pengendara dengan motif menjual minuman dalam kemasan dan mengatur lalu lintas.

- Advertisement -

Razia preman digelar Polres Tasikmalaya untuk mencegah terjadinya kejahatan jalanan. Dalam operasi yang bertajuk Bina Kusuma Lodaya 2020 petugas berhasil mengamankan sebanyak 39 preman dianggap meresahkan.

Mereka ditangkap di sejumlah tujuh lokasi berbeda, mulai dari kawasan Kecamatan Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, dua titik di Kecamatan Cikatomas dan dua titik di Kecamatan Cipatujah.

Dari kegiatan operasi tersebut kita berhasil mengamankan 39 orang preman dan kita bawa ke Polres untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Agar mereka tidak membuat masyarakat resah dan efek tidak baik kepada masyarakat,” ucap AKP Siswo Tarigan, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, disela kegiatannya.

Dia mengungkapkan, motif para preman ini rata-rata menjual air mineral kemasan kepada pengguna jalan. Sebagian lagi, sengaja minta minta uang dengan dalih mengatur arus lalu lintas di jalanan rusak.

“Jadi kebanyakan memang mereka jual minuman kemasan ke pengendara terus ada juga yang minta uang pakai jaring di jalanan rusak dengan dalih atur jalan,” kata Siswo.

“Namun oleh para preman ini, tetap diberikan penghalang jalan seperti bambu agar mereka bisa sedikit menghambat dan mempersempit ruas jalan agar bisa memberhentikan kendaraan. Untuk meminta uang ke pengendara,” tambah Siswo.

Siswo menuturkan, dari salah satu titik operasi premanisme ditemukan barang bukti obat-obatan. Obat-obatan tersebut diduga dikonsumsi untuk mendapat efek mabuk.

Mereka mengkonsumsi obat sejenis obat batuk yang bisa memberikan efek mabuk kepada mereka,” papar dia.

Setelah didalami, tambah dia, di antara para preman ini terdapat pelajar dan kebanyakan pemuda pengangguran. Dalam aksinya para preman tersebut mampu menghasilkan Rp 70 ribu per hari.

“Bagi pelajar kita minta orang tuanya datang dan memberikan pembinaan, menjemput anaknya di Mako Polres Tasikmalaya supaya jera,” pungkas nya

(Zanks)

 

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here