Pengelola Pasar Antri Baru Sudah Terapkan PSBB

0
36

Cimahi, media3.id – Kemacetan dan penumpukan manusia yang terjadi beberapa hari menjelang hari Raya Idul Fitri didepan pasar Antri Baru jalan Sriwijaya Raya Kota Cimahi, sempat menjadi viral dimedia sosial sehingga menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.

Hal ini menyebabkan pihak pengelola sekaligus pimpinan pasar antri baru, Elba D Gayo angkat bicara di kantornya ruko pasar antri baru rabu (20/5).

Mengatakan sejak terjadinya wabah covid 19 dan diberlakukan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pihak pasar sudah mengadakan rapat koordinasi dengan dinas Pehubungan dan dinas Perekonomian UKM untuk menerapkan aturan sesuai standart protokol kesehatan dan social distancing kepada masyarakat yang mengunjungi pasar tegas Elba.

Kami pun sudah mengantisipasi jika terjadi penumpukan orang didalam pasar dengan menjaga jarak fisik dan setiap pengunjung harus menggunakan masker.

Kondisi lingkungan pasar seperti sekarang ini terjadi lonjakan masyarakat yang hampir tiap hari berbelanja mencapai angka diatas 3000 orang, angka ini terus meningkat apalagi beberapa hari menjelang hari raya lebaran, dan Elba pun mengapresiasi atas kepedulian semua pihak terutama anggota TNI dan POLRI bersama Kodim 0609 berbagai ormas dan OKP seperti PP. PPM. partai politik Golkar, Demokrat. dan BRI yang terlibat didalam memberikan bantuan.

Begitupun dengan peran ARHANUD yang menggunakan mobil penyemprotan disinfektan untuk mensterilkan wabah covid 19 dilingkungan pasar antri baru.

“Berkaitan dengan kemacetan kendaraan umum dan mobil pribadi yang terjadi dijalan raya diluar pasar itu bukan kewenangan kami,” ujar Elba.

“Karena selama penerapan PSBB terminal pun ditutup jadi kendaraan umum yang menurunkan penumpang didepan jalan raya termasuk yang suka mengetem itu bukan urusan kami,”

Begitupun dengan para pedagang kaki lima yang berjualan diluar pasar termasuk sampai kejalan raya itu seharusnya ditertipkan oleh pemerintah yang berbaju coklat,

“Kami tidak punya kewenangan melarang mereka. Kalau kami melarang bisa bisa kami ditimpuk pakai batu ujar Elba sambil ketawa.

“Selama terjadi wabah covid 19 kamipun berinisiatip dan mengikuti himbauan pemerintah tapi namanya edukasi dari pemerintah belum pernah kami dapatkan hanya memperketat pengamanan berkaitan dengan pembatasan waktu pasar dibuka mulai subuh sampai dengan jam 12.00 siang setelah itu semua motor dan kendaraan tidak boleh masuk lagi dan kami peringatkan melalui bunyi sirene untuk mengosongkan pasar selama diberlakukan PSBB,”

Menanggapi kemacetan yang terjadi didepan pasar antri baru menjelang hari raya idul fitri Kepala bidang Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang ST.MT mengatakan selama pemerintah menerapkan aturan PSBB,

“Semua anggota kami dikerahkan untuk mengawasi dan pengamankan di beberapa titik posko chek point di jalan raya dan hari ini kami sudah rapat koordinasi dengan pak Sekda dengan dinas terkait untuk membahas masalah ini termasuk kemacetan dipasar antri baru,” katanya.

Ada juga beranggapan bahwa sejak penumpukan orang dan kemacetan lalulintas di depan pasar di viralkan dimedia sosial baru pemerintah cepat mengambil tindakan.

Hal ini pun dibantah Endang karena selama wabah covid pemerintah sudah memberikan himbauan untuk tidak keluar rumah dan menjaga jarak termasuk di pasar.

Kalau berlakunya PSBB dan menjelang hari raya seperti begini seharusnya pihak pengelola pasar bisa mengatur keluar masuk kendaraan sehingga tidak terjadi kemacetan dan penumpukan orang didalam pasar dan diluar.

“Kami tidak bisa intervensi terlalu jauh seperti di pasar atas baru yang milik pemerintah. Kalau pasar antri baru kan pengelola swasta,”.

Begitupun dengan pedagang kaki lima menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja kota Cimahi Totong S.Sos.M.Si menegaskan dalam rapat dinas tadi rabu (20/5) dengan Sekda maka segera malam ini juga kami mengambil tindakan yang insya Allah mulai jam 24.00 wib semua ditertibkan dari titik kumpul diarea alun alun kota Cimahi melibatkan semua unsur dinas terkait dan berharap semua pedagang khususnya pedang kaki lima untuk mematuhi karena kondisi covid 19 di Kota Cimahi masih zona merah tegas Totong.

Beberapa organisasi kemasyarakatan pun ikut terlibat membantu tidak hanya dipasar antri baru saja tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan adanya wabah covid 19 ini.

Seperti Ketua Kosgoro Freza Ponco Ario berharap kepada semua pihak termasuk pelaku usaha turut membantu terutama dipasar pasar karena sampai dengan saat ini masih terus terjadi penumpukan orang dipasar, dan berharap pemerintah kembali mengedukasi masyarakat supaya wabah ini dapat kita atasi dengan tidak menelan banyak korban.

Termasuk juga Ketua Pemuda Panca Marga Freddy Siswadi Amd saat dikonfirmasi kembali dikantornya di jalan Gatot Subroto 248 area Kodim 0609 mengatakan selama pemberlakuan PSBB ini pihaknya bersama anggota PPM tidak berdiam diri tetapi terus memonitor dan mendukung aparatur pemerintah khususnya disekitar pasar antri baru.

Disamping itu juga Freddy, memberikan ultimatum kepada semua anggotanya untuk tetap membantu TNI dan POLRI dan menempatkan posisi digarda terdepan dalam hal membantu masyarakat yang membutuhkan. (Sinta/Bagdja)

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here