Pemkot Cimahi Targetkan 52 Juta Rupiah Dari Sektor APAR

0
17

CIMAHI, media3.id – Pemkot Cimahi saat ini menargetkan retribusi dari Alat Pemadam Kebakaran

Pemadam Kebakaran/Alat Pemadam Api Ringan (APK/APAR) tahun ini bisa menyentuh Rp52.355.000. Potensi yang akan digarap tahun ini ada sekitar 254 bangunan/gedung.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penyuluhan Kebakaran pada Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi, Saipul Nurjaman mengatakan, retribusi dari sektor APK semuanya disetorkan ke kas daerah.

“Tahun lalu retribusinya allhamdulilah sampai Rp78.160.500. Tahun ini target APK 2020 itu Rp52.355.000,” kata Saipul saat dihubungi, Rabu (12/2/2020).

Penarikan retribusi dari sektor APK atau APAR di Kota Cimahi sudah tercantum dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Wilayah Kota Cimahi.

Saipul menjelaskan, penentuan target itu berdasarkan objek yang sudah ditentukan dari database yang sudah teridentifikasi. “Potensi jumlah objek retribusinya 254 bangunan/gedung,” ucapnya.

APAR merupakan atau fire extinguisher merupakan alat yang digunakan untuk memadamkan api. Setiap bangunan gedung yang digunakan untuk keramaian seperti industri, rumah sakit, perkantoran, perusahaan, mal dan lain-lain pada dasarnya harus memiliki APAR.

Kewajiban pemasangan APAR itu diperkuat dalam Perda Kota Cimahi Nomor 7 Tahun 2012. Saipul mengatakan, pendapatan dari retribusi dihasilkan dari pemeriksaan APAR yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.

“Pemeriksaan itu dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun,” kata.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan rutin yang dilakukan, APAR yang terdapat di gedung keramaian cukup bervariasi. “Kalau hasil pemeriksaan kita tahun sebelumnya, hasilnya bervariasi ada yang harus diperbaiki, ada juga yang masih baik,” beber Saipul.

Terpisah, Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi Totong Solehudin menambahkan, setiap bangunan gedung yang digunakan untuk keramaian seperti industri, rumah sakit, perkantoran, perusahaan, mal dan lain-lain pada dasarnya harus memiliki APAR.

“Sudah diwajibkan termasuk salah satu syarat ketika IMB. Makannya bangunan yang sekarang harus ada rekomendasi dari Damkar, salah satunya behitung soal kebakaraan,” tegas Totong.

Dikatakan Totong, berdasarkan hasil inventarisi pihaknya, rata-rata bangunan yang digunakan sebagai tempat keramaian sudah memiliki APAR yang berfungsi sebagai alat pencegahan kebakaran sejak dini.

“Tapi kalau perusahan sudah kita sisir relatif sudah punya,” ucapnya.

Bagi gedung atau bangunan yang belum memiliki APAR, pihaknya mengimbau masyarakat segera memasangnya. Sebab, kata Totong, preventif atau pencegahan sangat penting untuk meminimalisir kejadian yang lebih besar.

“Bayangkan kalau mereka sudah siap, mungkin tidak terlalu besar karena sudah punya APAR,” tandasnya. (Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here