Pemkab Karo Bagikan 29 Traktor Ke Desa Terdampak Erupsi Gunung Sinabung 

0
50

Kades Tiganderket Arief Kemi Sembiring (tengah) dan  Boy Leo Rona Perangin angin Kades Kuta mbaru, Kec. Tiganderket  Saat menerima Bantuan Traktor di Halaman kantor Bupati karo.

Karo-Media3.id –Pemkab Karo, membagikan sebanyak 29 traktor kepada desa-desa yang menjadi korban erupsi Gunung Sinabung, di halaman kantor bupati Karo, Senin (13/1). Traktor-traktor tersebut didapat dari dana hibah BNPB pusat, dan disalurkan langsung oleh Pemkab Karo kepada perwakilan desa.

Desa yang menerima hibah ini tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya 7 (tujuh) desa di Kecamatan Payung, 8 (delapan) desa di Kecamatan Namanteran, 3 (tiga) desa di Kecamatan Simpangempat, 2 (dua) desa di Kecamatan Merdeka, dan 9 (sembilan) desa di Kecamatan Tiganderket.

“Ini bagian dari dana hibah dadi BNPB, yang menerima desanya sudah di luar zona merah paling dekat itu tujuh kilometer dari lingkar Sinabung,” kata kepala BPBD Karo Martin Sitepu.

Hibah yang turun berupa traktor karena dilihat lagi keadaan masyarakat yang mengandalkan ekonominya dari pertanian. Untuk itu, dengan hibah ini tentunya diharapkan dapat membantu untuk mengembalikan kondisi perekonomian masyarakat.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi para masyarakat yang bertani. Pasalnya, dengan traktor bantuan dari pemerintah pusat ini diklaim masyarakat yang akan bertani lebih sedikit dalam mengeluarkan uang.

“dengan adanya traktor yang dihibahkan pihak BNPB ke Pemkab karo  untuk desa ini, masyarakat pastinya mengeluarkan uang lebih sedikit untuk biyaya produksi lahan pertanian,” ucapnya.

Kepala Desa Tiganderket Arie Kemi Sembiring mengatakan nantinya traktor ini bisa kita gunakan untuk kepentingan masyarakat dalam bertani. Kalau kita lihat, masyarakat bisa terbantu sekitar 50 persen dalam biyaya pengeluaran pengolahan lahan mereka.

Dirinya mengatakan, biasanya untuk setiap 1500 meter persegi lahan pertanian masyarakat harus mengeluarkan biaya traktor sekitar 200 ribu rupiah. Namun, dengan adanya traktor bantuan ini biaya yang akan dikeluarkan bisa semakin sedikit.

“Kalau dulu masyarakat menyewa traktor ke swasta, dari bantuan ini kita membuat kesepakatan dengan warga untuk memberikan keringanan sekitar 25 sampai 50 persen, hal itu untuk biyaya operator dan untuk biyaya perawatan traktor saja.” ucapnya.

(Daris Kaban)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here