Menakar Peran Generasi Milenial di Era Cyber Demokrasi

0
92

Kota Banjar, media3.id – Relawan Demokrasi Kota Banjar Basis Komunitas Demokrasi kembali menggelar diskusi NGOMPOL LU (Ngobrol Masalah Politik dan Pemilu) dengan mendatangkan Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) , Moch. Edward Trias Pahlevi, langsung dari Yogyakarta. Diskusi kali ini bertemakan “Menakar Peran Generasi Milenial di Era Cyber Demokrasi”  dilaksanakan di Taman Kreasi Pemuda Kec. Banjar Kota Banjar. Diskusi ini dihadiri oleh 40 peserta diskusi, diantaranya mengundang delegasi dari berbagai organisasi internal kampus (BEM STISIP BP, BEM STAIMA, BEM STIKES BP, BEM STIT MUBAN), berbagai delegasi organisasi eksternal kampus Cipayung Plus (HMI, PMII, GMNI, IMM), delegasi Organisasi Eksternal Pelajar (IPM & IPNU), delegasi dari KPUD Kota Banjar (PPK kec. Banjar) & BAWASLU Kota Banjar (Panwaslu Kec. Banjar) juga berbagai kalangan masyarakat umum Kota Banjar yg hendak jalan jalan ke Taman pun ikut bergabung dalam diskusi tersebut. Tema yang diambil cukup menarik dimana peran milenial sangat penting di era menjelang pemilu sekarang. Sabtu, 10 Maret 2019. 

Adanya diskusi NGOMPOL LU merupakan peran dari para Relawan Demokrasi Kota Banjar sebagai upaya meningkatkan partisipasi masyarakat melalui edukasi pemilu, sebab pemilu adalah hal penting yg merupakan salah satu pilar utama dalam mengakumulasikan dari sebuah kehendak dan kedaulatan rakyat. Mahmud Abdilah, ketua basis Komunitas Demokrasi, menjelaskan konsep diskusi “Seperti biasanya dilaksanakan cukup sederhana di ruangan terbuka duduk lesehan kopi darat sembari menikmati alam sekitar dengan menggunakan konsep Maiyahan Cak Nun”. Berbagai kalangan hadir, tidak hanya dari Mahasiswa dan Pelajar namun kalangan umum seperti komunitas rumah pangan mandiri (RPM), paguyuban motor Banjar Patroman (PMBP) turut serta berdialektika. Disisi lain, Mahmud pun menambahkan akan harapannya terkait diskusi NGOMPOL LU ini tidak berhenti sampai disini akan tetapi diskusi ini harus menjadi pemantik diskusi-diskusi lain untuk membuka cakrawala keilmuan di Kota Banjar serta mampu membangun narasi peradaban intelektual pada generasi milenial di era cyber demokrasi ini.

KISP pada kesempatan ini pula memaparkan hasil riset mengenai milenial voters yang baru saja dilakukan bersama dengan Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (MIP UMY), Center for Strategic & International Studies (CSIS) Singapore. Dalam pemaparannya, Edward menjelaskan peran serta kehidupan sehari-hari generasi milenial yang tak dapat lepas dari dunia media sosial. “Anak muda harus di konsolidasi bersama dalam menghadapi Pemilu Serentak nanti. Karna hasil dari penelitan KISP dan MIP UMY cukup menarik, sekitar 50% generasi milenial di Indonesia mengatakan bahwa medsos adalah sumber arus demokrasi. Ironisnya penyelenggara pemilu belum bisa memenangkan kehidupan cyber demokrasi hari ini, penyelenggara pemilu harus membuat pembaharuan di media sosial dan anak muda harus memainkan peran di era ini” ujar Edward Trias Pahlevi, selaku Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu.

“Sebagian dari 50% generasi milenial di Indonesia yang mengatakan medsos adalah sumber arus demokrasi justru mengatakan bahwa baliho kini kurang begitu penting, dikarenakan kalah menarik dengan kehidupan cyber demokrasi” ujar Edward Trias Pahlevi, selaku Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu”.
Edward menambahkan pula bahwa bahwa 47% milenial belum menentukan pilihannya untuk pemilu serentak nanti alasannya bahwa anak muda kini jenuh dengan adanya realitas hoax serta calon pilihannya yang itu-itu saja.

Selain membahas mengenai generasi milenial, diskusi ini juga menyentil sedikit terkait masih maraknya Politik Uang diseluruh Indonesia, termasuk di Kota Banjar itu sendiri. Ketua PPK Kec. Banjar mendorong anak muda Kota Banjar untuk mengevaluasi bersama saat pemilu berakhir, “Masyarakat Kota Banjar harus didorong mengevaluasi saat pemilu berakhir, baik itu dari system maupun temuan-temuan yang ada dilapangan apa yang terjadi di Pemilu 2019” ujar Zaenal.

Zaenal menambahkan pula “masyarakat Kota Banjar harus senantiasa memutus mata rantai money politic di Kota Banjar, itu yang harus kita dorong” ujar ketua PPK Kec. Banjar tersebut.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here