Lokasi Sejumlah Blocking Kanal Desa Lalang Kabung TA 2019 Masih Menjadi Tanda Tanya

0
88

 

Kabupaten Pelalawan, media3.id. Sejauh ini lokasi sejumlah blocking kanal Tahun Anggaran (TA) 2019 di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, masih menjadi tanda tanya. Pasalnya, sejauh ini hanya 1 terlihat dikebun masyarakat, sementara pihak Dinas mengklaim semuanya pekerjaan itu telah selesai dan sudah dibayarkan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan tersebut, Mulyadi tampak buang badan saat dikonfirmasi wartawan. Dia tidak dapat menerangkan secara gamblang lokasi dan jumlah dana pembuatan blocking kanal tersebut walaupun tetap bersikukuh mengklaim pekerjaan itu ada beberapa blocking kanal dan telah selesai.

“Intinya pekerjaan selesai, dibayarkan,” ucapnya saat ditemui wartawan media ini di kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, Senin (02/12/2019).

Berbeda dengan pernyataan PPTK, Iyan, pada pemberitaan sebelumnya yang mengaku harus sampai di lokasi pembuatan blocking kanal agar dapat menjelaskan. Sementara Mulyadi mengaku harus membuka data pekerjaan kembali agar mengetahui dimana lokasi dan jumlah dana yang digunakan. “Tidak hafal saya. Nggak ingat lagi. Bukan nggak tau, mesti buka lagi (datanya). Salah ngomong nanti gimana,” katanya terkesan menutupi.

Menurut PPK saat dikonfirmasi, pihak terkait juga harus dikumpulkan lagi untuk mengetahui tentang blocking kanal di Desa Lalang Kabung. “Dikumpulkan lagi semuanya, termasuk nanti tim PHO-nya. Tapi kalau menurut saya, pekerjaan tersebut selesai. Nggak ada pekerjaan yang tidak selesai kecuali yang di Langgam itu,” ujarnya.

Lanjutnya menjelaskan, kerja kita itu tim. Ada perencanaan, ada konsultan pengawas, ada tim PHO yang memeriksa pekerjaan itu. Ya, kalau itu udah selesai semua, udah sesuai spek ya dibayarkan.

“Mesti buka bukunya (data) kayak gitu. Mana hafal, makanya buka buku dulu,” katanya lagi tanpa menunjukkan buku yang terus menerus ia sampaikan.

Selain itu, ia juga mengaku bahwa kegiatan itu merupakan Pokir (Pokok pikiran) anggota DPRD Kabupaten Pelalawan namun lupa namanya. “Itu Pokir, makanya kita nggak bisa menunjuk yang profesional. Nggak hafal saya, lupa. Tanya ke sana (kantor DPRD),” ujarnya.

Saat ditanya rekanan kontraktor yang mengerjakan, lagi-lagi Mulyadi mengaku ada datanya namun tidak hafal. “Ada datanya semua. Nggak hafal saya sangking banyaknya kontraktor,” tuturnya.

Menurutnya lagi, kemungkinan semua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak dapat memberi penjelasan jika tidak membuka buku. “Coba tanya semua PPK dimana-mana, mungkin kalau nggak buka buku nggak hafal,” tandasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu PPTK sempat meminta kepada wartawan yang konfirmasi untuk bersama-sama turun ke lokasi, namun hingga saat ini hal itu tidak terlaksana.

(Oberdin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here