Komite Sekolah di Kabupaten Tasik Harus Bisa Bedakan Pungutan dan Bantuan

0
15

 

Tasikmalaya, media3.id – Komite sekolah dan dewan pendidikan diberikan pemahaman implementasi Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 Tentang Komite Sekolah dan Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 Tentang Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Islamic Center kab tasikmalya.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Opan Sopian mengatakan, melalui kegiatan ini ingin menguatkan dan meneguhkan peran serta komite sekolah dan orang tua untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Di Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 sebetulnya substansinya sudah jelas, bagaimana masyarakat bisa membantu dalam masalah proses pemenuhan delapan standar, khususnya sarana dan prasarana pendidikan,” ujarnya kepada wartawan.

“Hari ini fenomena yang ada terdapat beberapa partisipasi dilakukan masyarakat yang masih dianggap itu adalah sebuah pungutan,” katanya.

Maka dari itu, lanjut dia, harus bisa membedakan mana bantuan dan pungutan.
Karena kalau pungutan ditentukan jumlahnya dan batas waktunya. Sedangkan bantuan tidak ditentukan jumlah dan juga waktunya. Ini harus dipahami oleh komite sekolah dan stakeholder pendidikan.

“Kalo pungutan dilakukannya oleh pihak sekolah, dalam hal ini para pengambil kebijakan di sekolah. Kalo bantuan yang melakukannya adalah di luar sekolah, bisa perorangan, komite sekolah atau orang tua,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Dadan Wardana SIP MM mengatakan, kegiatan ini merupakan momen untuk diskusi dengan komite sekolah.

“Bagi kami tentu ingin sekaligus juga silaturahmi berkaitan dengan tugas fungsi pokok komite sekolah.
Yang selama ini fungsi mereka sangat membantu kami dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.

(Zanks)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here