Jaksa; Kasus  OTT Kabid Disdik Kab Bandung. Ini Kesaksian H.Maman Ada Peran Dominan Sekdis

0
65

 

Kab Bandung, Media3id- Sidang kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Bidang Dinas Pendidikan (Kabid Disdik) Kabupaten Bandung H. Maman Sudrajat yang digelar Pengadilan Negeri Bandung, Jln. LLRE Martadinata, Senin pekan lalu.

Menandakan harus ada perombakan birokrasi di jajaran Dinas Pendidikan terutama di jajaran Pejabat Strukturalnya.

“Jadi dengan kesaksian H. Maman ini semakin memperkuat bahwa harus ada perombakan birokrasi. Jabatan Kadisdik juga sudah terlalu lama, harusnya segera di rotasi,” kata anggota DPRD Kab. Bandung, Tri Bambang Pamungkas, Kamis 26 Maret 2020.

Politisi Partai NasDem ini menambahkan, resistensi dikalangan birokrasi ini memang sangat besar terjadi karena budaya yang dari dulu tidak secara perlahan dihilangkan, pola patronase, nepotisme ini yang menjadi penyakit hampir di semua birokrasi.

Diberitakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar, Mursito, S.H., dan Adang Sukardi, S.H., mengurai peran Sekretaris Disdik H. Adang Sudjana dalam kasus tersebut.

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar, Mursito dan Adang Sukardi menguraikan peran dominan Adang Sudjana dan yang mengatur dikumpulkannya para kepala sekolah di SMPN 1 Pameungpeuk, tempat terjadinya operasi tangkap tangan (OTT).

“Para kepala sekolah khawatir jika tidak menyerahkan uang akan dimutasi karena tidak dianggap loyal. Apalagi sebelumnya pernah terjadi kepada sekolah tidak loyal, dipindahkan oleh Adang Sujana yang sempat menjabat Kabid SMP Disdik Kabupaten Bandung,” kata jaksa.

Para Kepala Sekolah yang dikumpulkan berjumlah 9 orang yaitu :  1. Kepala Sekolah Bina Taruna, Sutisna, 2. Kepala SMPN 2 Cileunyi, Amanadin Hidayat, 3. Kepala SMPN 3 Rancaekek, Lisde Sulistiawati, 4. Kepala SMPN 1 Pameungpeuk, TB. Rucita ; 5. Kepala SMPN 2 Paseh, Nana Sumarna.

Kemudian, 6. Kepala SMPN 2 Dayeuhkolot, Asep Juhro, S.Pd, 7. Kepala SMPN2 Pacet,  Drs. Kamal Bustomi, 8. Kepala SMPN 2 Katapang, Tendi Sutisna, S.Pd dan 9. Kepala SMPN 2 Solokan Jeruk,  Tiktik Ruswandi, S.Pd.

“Tadinya yang akan hadir adalah Pak Sekdis, akan tetapi karena ada sesuatu hal, maka saya ditugaskan untuk datang ke sini, saya diperintah Pak Sekdis untuk menyampaikan amanat ini bahwa ada dua Kepala Sekolah yang bermasalah dengan APH ( Aparat Penegak Hukum) dengan kisaran uang sebesar 60 juta,” ujar terdakwa.

Sementara sebanyak 9 orang Kepala Sekolah berembuk mengenai permintaan bantuan Rp 60.000.000,- yang kemudian dibagi 8 dan disepakati per-Kepala Sekolah sebesar Rp 7.500.000,- kecuali yang terkena masalah yaitu SMPN 2 Solokan Jeruk ( Tiktik Ruswandi, SPd) dan SMPN 1 Nagreg (Tono Prihartono, S.Pd yang saat itu tidak hadir).

Selanjutnya, terkumpul uang sebesar Rp52.500.000,- dan uang tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam.

Kemudian oleh Sutisna disimpan di dalam mobil terdakwa yang diparkir di halaman SMPN 1 Pameungpeuk. Saat terdakwa akan meninggalkan SMPN 1 Pameungpeuk, mobil dihentikan oleh Tim Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Barat, langsung memeriksa lalu mengamankan terdakwa beserta uang sebesar Rp 52.500.000,-

(Arbim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here