Diskominfoarpus, Disdik, Dan Bunda Literasi Gelar Roadshow e-Lib Tingkatkan Budaya Literasi Pelajar Kota Cimahi

0
17

 

Cimahi, Media3.id – Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus) Pemerintah Kota Cimahi telah menggelar Sosialisasi E-Lib Kota Cimahi ke sekolah tingkat SMP. Hal itu untuk memperkuat gerakan literasi sekolah (GLS).

Roadshow tersebut dilakukan di 3 SMP yaitu SMPN 1, SMPN 10, dan SMPN 8, yang mewakili setiap sekolah di wilayah kecamatan berbeda di Kota Cimahi.

Roadshow tersebut digelar oleh tiga perangkat daerah, seperti Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan (Diskominfoarpus), Dinas Pendidikan, dan Bunda Literasi Lucyani M. Priatna.

Kepala Diskominfoarpus Kota Cimahi Harjono membenarkan, bahkan tujuan digelarnya sosialisasi  aplikasi e-lib Kota Cimahi untuk diterangkan apa saja kelebihan dan manfataanya. menerangkan apa saja

“Pelajar bisa mengakses buku di e-library sebagai upaya memperkuat GLS di tingkat SMP. Dengan demikian, mereka akan terbiasa menerapkan e-learning,” kata Harjono saat dikonfirmasi Jum’at (29/11/2019).

E-Lib Kota Cimahi kata Harjono adalah merupakan suatu aplikasi perpustakaan digital milik Pemkot Cimahi. Tujuannya Untuk bisa meminjam buku yang dikelola Perpustakaan Kota Cimahi tersebut, pelajar cukup men-download aplikasi E-Library melalui Play Store untuk pengguna Android dan App Store, untuk pengguna iOS dengan mengetik ‘Elib Kota Cimahi’.

Sejauh ini sudah ada 1.000 judul buku, dengan total 2.000 lebih eksemplar buku yang bisa dipinjam dan dibaca secara online.

Penguatan GLS bisa dilakukan  melalui pembiasaan membaca di sekolah.

“Teknisnya dilaksanakan oleh Tim literasi sekolah, tersedia e-book juga untuk buku paket sekolah,” katanya.

Koleksi buku bacaan di e-lib seperti novel dan buku ilmu pengetahuan umum bisa dimanfaatkan untuk penguatan GLS.

“Misalnya ada tugas membaca dan resensi buku atau novel bisa ambil buku di e-lib. Saat dikerjakan dirumah bisa didampingi orangtua sehingga ikut membaca buku,” jelasnya.

Harjono mengatakan, untuk meningkatkan budaya literasi pelajar sekaligus menjadi upaya mengatasi gangguan kendali gawai. “Anak-anak harus kita arahkan untuk meningkatkan literasi, gawai bisa dimanfaatkan untuk membaca,” ulasnya kembali.

(Bagdja)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here