Dianggap Wanprestasi dan Mencemarkan Nama Baik, Kastur Dipolisikan

0
44

Kuasa Hukum RS Mata Solo, Rikawati, SH., memperlihatkan surat pelaporan kepolisian Polresta Surakarta.

Surakarta, Media3.id- Pihak Rumah Sakit Mata Solo (RSMS) akhirnya buka suara soal tuduhan dari Kastur (65), pedagang Soto asal Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, yang pernah menjadi pasien mereka. Kastur, sebelumnya menggugat RS MS telah melakukan malpraktik terhadap dirinya melalui operasi mata yang malah membuat matanya menjadi buta setelah operasi.

Humas RS Mata Solo Azka Shovia mengatakan, kebutaan pada mata Kastur terjadi lantaran penyakit komplikasi yang dialaminya.

Manajemen Rumah Sakit Mata Solo kemudian mengadukan penjual soto Lamongan tersebut atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik ke Polresta Surakarta. Laporan pengaduan itu diterima pihak kepolisian dan terdaftar dalam Surat Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan dengan Nomor: STBB/711/XI/2019/Reskrim, tertanggal 23 November 2019.

Kastur, didampingi kuasa hukumnya saat menyampaikan gugatan ke Pengadilan Negeri Surakarta, 19 November 2019.

“Kita secara resmi telah mengadukan Pak Kastur dengan UU ITE, perbuatan pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008. Tidak menutup kemungkinan dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP,” kata Kuasa hukum RSMS, Rikawati, SH., didampingi Humas RS Mata Azka Shovia, Kamis (28/11).

Kastur yang merupakan warga Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah tersebut dinilai telah memberikan informasi yang tidak benar terkait RS MS ke media.

“Kastur telah menyampaikan informasi kepada media bahwa dirinya diundang oleh pihak rumah sakit untuk menerima bantuan, karena kedua matanya mengalami kebutaan setelah operasi. Padahal tidak (benar). Justru dia (Kastur) yang mengajukan permohonan surat bantuan kemanusiaan kepada RS Mata. Mencantumkan permohonan untuk bantuan pencangkokan kornea mata dan sebagainya,” kata Rikawati.

Atas permohonan itu, RS Mata kemudian berkoordinasi dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, sebagai rumah sakit yang menjadi rujukan pencangkokan kornea mata Kastur.

Biaya pencangkokan kornea mata Kastur tersebut juga telah ditanggung oleh RS Mata melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

“Satu kornea mata di RSCM sebesar 35 juta rupiah. Kita memberikan biaya kedua mata Pak Kastur kanan dan kiri total 70 juta rupiah. Ditambah biaya untuk akomodasi Pak Kastur ke Jakarta 5 juta rupiah. Kita sudah memberikan,” ujar Rikawati.

Setelah biaya tersebut diserahkan, papar Rikawati, bukannya digunakan oleh Kastur untuk melakukan pencangkokan kornea mata ke RSCM Jakarta, namun justru digunakannya untuk kepentingan pribadi.

“Namun, kenyataannya kita membaca media dan keterangan dia sendiri melalui beberapa LBH, dia mengatakan uang yang diberikan oleh rumah sakit menggunakan dana CSR ia gunakan untuk membayar utang,” ujar Rikawati.

▪ (Shaleh Rudianto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here