32 Rumah Sakit Rujukan Covid19 Terima Bantuan APD

0
21

PURWOKERTO. media3.id – Dalam rangka corporate social responsibility (CSR), PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jakarta telah memberikan Alat Pelindung Diri (APD) ke berbagai rumah sakit atau poliklinik di Indonesia. Bantuan tersebut juga di kirim ke Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

PT. KSEI merupakan Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) pada Pasar Modal Indonesia yang bergerak menyediakan layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi Efek yang teratur, wajar, dan efisien.

Selain itu, KSEI merupakan salah satu Self-Regulatory Organization (SRO) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Hal ini diungkapkan Dosen FK Unsoed dr. Susiana Candrawati Sp.KO. (dokter spesialis kedokteran olah raga) saat memberikan keterangan pers kepada Media3.id, bahwa dirinya mendapatkan tugas dari Kemendikbud RI sebagai Case Manager RECON untuk wilayah Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah.

Tugas pemdampingan relawan yang dimaksudkannya meliputi relawan mahasiswa program profesi dokter (Co Ass) dari Unsoed, UII Yogyakarta, dan Undip Semarang.
“Problem RECON sekarang adalah lemahnya kesadaran masyarakat untuk akses ke RECON. Oleh karena itu
bagi OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) isolasi mandiri apabila membutuhkan pendampingan dapat membuka akses ke laman https://relawan.kemdikbud.go.id/korona/index.php/site/index”, ungkap dr. Susiana.

Lebih lanjut dr. Susiana Candrawati, Sp.KO. menyebutkan bahwa
Recon Kemdikbud (Relawan COVID 19 Nasional Kemdikbud) adalah program yang dibentuk oleh Ditjen Dikti Kemdikbud dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI), dan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).

“Recon merupakan Program Daring Relawan Mahasiswa Kesehatan Kemdikbud yang meliputi Tele KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) dan pendampingan untuk pencegahan dan penanganan Covid 19”, ucapnya.

Kemudian fungsi Recon untuk masyarakat adalah dengan memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan pendampingan secara daring kepada masyarakat dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19, yang dilakukan oleh para relawan mahasiswa kesehatan dan para dokter pendamping sebagai case manager.

dr. Susiana Candrawati, Sp.K.O.

Diterangkan Susiana, saat ini RECON Tahap 1 ada 1.000 relawan mahasiswa program profesi dokter (co ass) dengan masa kerja 2 bulan, yang dimulai per April 2020. Pada tahap 2 nanti, direncanakan akan dibuka relawan bagi 2.000 mahasiswa (kedokteran dan ilmu kesehatan seperti Keperawatan, Kesmas, dan lainnya).

Tugas relawan mahasiswa, terang Susiana, meliputi hal-hal:
a. Melakukan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) serta pendampingan secara online/daring (melalui WhatssApp atau apps lain)
b. Apabila mendesak, dapat membantu melakukan contact tracing di bawah supervisi case manager di tiap wilayah.

“Pelaksanaan program RECON dilakukan di seluruh Indonesia, dibagi berdasarkan wilayah AIPKI. Ada 6 wilayah AIPKI yang masing masing wilayah di koordinir oleh 1 orang Korwil (Koordinator Wilayah). Korwil dalam tugasnya dibantu oleh case manager (telah ada 94 case manager dalam tahap 1 ini)”, papar Susiana.

Dikatakannya pula, Case Manager (CM) bertugas berdasar area wilayah. 1 CM mendampingi 15 – 20 relawan. Dan 1 relawan mendampingi 10 masyarakat.▪(Shaleh Rudianto/Red.JatengDIY)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here